
Pemkab Agam usulkan program padat karya Rp3,8 miliar di daerah bencana

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan program padat karya ke Kementerian Ketenagakerjaan senilai Rp3,8 miliar di lokasi bencana hidrometeorologi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi penyintas.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan proposal program padat karya tersebut telah diusulkan ke Kementerian Ketenagakerjaan.
"Kita telah mengusulkan 38 proposal kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan mudah-mudahan proposal tersebut disetujui nantinya, sehingga dalam waktu dekat dilaksanakan," katanya.
Ia mengatakan dana yang diusulkan sebesar Rp3,8 miliar atau Rp100 juta per paket pekerjaan.
Program padat karya yang diusulkan tersebut berupa pembangunan irigasi, rabat beton jalan di lokasi bencana banjir bandang, banjir dan tanah longsor melanda Agam pada akhir November 2025.
Untuk pengerjaannya, bakal memberdayakan penyintas dan warga terdampak bencana tersebut sebanyak 30 orang per paket pekerjaan.
Ini mengingat bahwa mereka tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran setelah lahan pertanian dan perkebunan rusak dampak bencana itu.
"Program ini memberdayakan masyarakat sekitar bencana dan mereka bakal diberi upah setiap harinya," katanya.
Ia menambahkan Pemkab Agam juga bakal mengadakan tujuh paket pelatihan bagi penyintas bencana dalam meningkatkan keterampilan dan sumber daya manusia mereka agar bisa membuka usaha baru pada 2026.
Ia mengatakan ke tujuh pelatihan itu berupa pembuatan konten visual untuk media sosial, pembuatan roti dan kue dua paket.
Selain itu pembuatan konten pemasangan berbasis aplikasi smartphone, servis sepeda motor konvensional dan plate welder smaw 3G-UP/PF atau pelatihan pengelasan dan plate welder smaw FCAW 3G.
"Pelatihan diadakan di Balai Latih Kerja (BLK), di nagari atau desa. Untuk peserta akan menyusul setiap paketnya dan peserta merupakan penyintas bencana yang mata pencariannya hilang dampak banjir bandang terjadi akhir November 2025," katanya.
Ia mengatakan tujuh paket pelatihan itu merupakan program dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam untuk para penyintas bencana.
Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan sumber daya manusia mereka agar bisa membuka usaha baru, mengingat lahan pertanian dan perkebunan mereka tidak bisa diolah dampak bencana.
"Kita mengatakan pelatihan agar mereka bisa membuka usaha baru dalam menumpang ekonominya," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Agam usulkan program padat karya Rp3,8 miliar di daerah bencana
Pewarta : Yusrizal
Editor:
Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
