Jakarta, (Antara) - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta keamanan Bandara Wakatobi, Sulawesi Tenggara ditingkatkan baik dari sisi udara maupun sisi darat. "Pemagaran (bandara) harus rapi supaya 'air side'-nya (sisi udara) rapi. Karena ada maskapai penerbangan yang tidak mau masuk kalau air side-nya buruk," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Jonan menambahkan area bandara juga harus steril semua karena menyangkut keselamatan. Selain itu, dia juga meminta pengelola bandara untuk melakukan penghijauan di area bandara termasuk area landasan pacu. Bandara Matahora Wakatobi merupakan bandara kelas 3 yang terletak di desa Matahora kecamatan Wangi-Wangi Selatan, yang dibangun pada tahun 2007. Saat ini sedang dalam tahap pengembangan baik pada sisi darat maupun sisi udaranya. Pada sisi udara, Bandara Matahora Wakatobi memiliki panjang landasan pacu 2.000M X 30 M, Taxiway 107M X 18 M dan Apron 103M X 73 M. Sedangkan pada sisi darat, bandara tersebut memiliki Terminal penumpang seluas 1524 meter persegi dengan kapasitas ruang tunggu 130 orang penumpang.¿ Maskapai penerbangan Wings Air yang menerbangi rute menuju Wakatobi tersebut menggunakan pesawat ATR 72 dengan rute Kendari-Wakatobi dan frekwensi penerbangan tujuh kali seminggu. Jonan mengatakan peninjauan bandara Matahora merupakan rangkaian kunjungan kerja ke Indonesia Timur di antaranya ke Pulau Rote Nusa Tenggara Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara dan Tarakan Kalimantan Utara. "Bandara Wakatobi berperan strategis untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor pariwisata yang menjadi 'leading sector' (sektor unggulan) Kabupaten Wakatobi," katanya. Untuk itu, dia meminta jajaran Direktorat Bandar Udara untuk terus meningkatkan fasilitas keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara tersebut. (*)
Menhub Minta Keamanan Bandara Wakatobi Ditingkatkan
Senin, 14 Maret 2016 12:57 WIB
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018