Pariaman, (Antara) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu Kota Pariaman, Sumatera Barat, menerima 54 mahasiswa magang dari berbagai daerah di Indonesia sepanjang 2015.
"Mahasiswa yang magang di sini datang dari berbagai daerah seperti Aceh, Riau, Jakarta, dan Kota Padang," kata Kepala UPT Konservasi Penyu setempat, Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Jumat.
Ia meneruskan berbagai kegiatan yang dilakukan selama magang seperti metode pengobatan penyu, ekowisata atau wisata yang berbasis lingkungan, pemeliharaan peralatan, proses inkubasi telur penyu, monitor telur penyu, dan pembinaan masyarakat di sekitar pesisir pantai.
"Kegiatan mereka di sini cukup padat sehingga membutuhkan waktu minimal satu hingga satu bulan setengah dengan berbagai agenda," ujarnya.
Selain menerima mahasiswa magang dari berbagai daerah, pihak UPT sendiri juga menerima para peneliti yang ingin menggali berbagai informasi terkait konservasi penyu.
Selama kurun waktu 2015 pihak UPT sendiri telah menerima 30 peneliti dari berbagai daerah dan salah satunya mahasiswi asal Tufts University Amerika Serikat.
"Sekitar bulan Juli 2015, Lilly Nahal Tahmasebi salah seorang mahasiswi asal Amerika juga melakukan penelitian tentang konservasi penyu dan pengaruh perairan terhadap nelayan setempat," katanya.
Menurut dia, dengan adanya para peneliti dan mahasiswa magang yang datang ke Pariaman setidaknya bisa membantu menyebarluaskan informasi serta menyelamatkan lingkungan khususnya di sekitar perairan laut.
Penelitian dan magang yang dilakukan mahasiswa tersebut diharapkan dapat membantu mempromosikan berbagai objek wisata yang ada di Pariaman.
Para mahasiswa yang mengikuti magang atau pun penelitian tersebut sama sekali tidak dipungut biaya.
"Kita tidak memungut biaya sama sekali, bahkan pihak UPT sendiri bisa menampung penginapan mahasiswa laki-laki maksimal delapan orang," tambahnya. (*)