Sarilamak, (AntaraSumbar) - Pejabat di Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai program minapadi menjanjikan keuntungan berlipat, yang mana dapat mengurangi kebutuhan pupuk dan pakan ikan.


         "Pertanian padi yang dipadukan dengan perikanan itu bisa menghemat pakan ikan dan pupuk yang dibutuhkan padi," kata Direktur Pakan pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Coco Kokarkin di Sarilamak, Senin.


         Ia mengatakan hal itu pada acara panen minapadi Pilot Project FAO pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pelita Harapan di Kenagarian Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota.


         Ia menyebutkan, ikan biasanya butuh pakan sebanyak 1,3 gram setiap harinya, dengan memelihara pada lahan padi, maka pakan yang dibutuhkan hanya sebanyak 0,8 gram.


         Begitu juga padi, kalau dipadukan dengan minapadi kebutuhan pestisida dan pupuk tidak terlalu banyak.


         Dengan demikian para petani dapat menhemat 0,4 gram, pakan ikan, menariknya lagi, produksi padi pada minapadi tercatat meningkat sebesar 23,56 persen.


         "Kalau pun ada yang turun beberapa lahan petani, namun secara keseluruhan peningkatan padinya luar biasa," kata dia.


         Ia menambahkan, selain menghemat pakan dan pupuk padi yang dipadukan dengan minapadi juga menghasilkan glukosa lebih rendah, berasnya baik bagi penderita penyakit diabetes.


         Bila di uji ke Laboratorium angler di Jawa Timur, lanjutnya, bukan menutup kemungkinan harga padinya naik menjadi Rp.15 ribu per kilogram, apalagi kalau diusahakan secara organik, harga padinya bisa naik lagi hingga Rp.25 ribu per kilogram.


         Sementara itu Asisten FAO untuk Indonesia, Ageng S Herianto mengaku terkesan dengan produksi padi dan hasil panen ikan minapadi di Pokdakan Pelita Harapan.


         Menurutnya, tujuan FAO mengenalkan minapadi antara lain untuk meningkatkan produksi padi dan ikan, yang mana hal itu akan berdampak kepada meningkatkan pendapatan petani.


         "Ada tiga tujuan FAO mengenalkan dan mendorong minapadi di Indonesia, yakni meningkatkan panen padi dan ikan, menambah pendapatan petani dan kelompok tani, serta meningkatkan status gizi masyarakat," kata dia.


         Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan minapadi tersebut, apalagi perkembangan minapadi di Indonesia terbaik di Asia Pasifik.


         "Program tersebut paling cocok di kembangkan di Indonesia khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Sleman," kata dia.


         Pada acara panen minapadi Pilot Project FAO itu, turut hadir Danrem 032 Wirabraja Brigjen Bakti Agus serta Pelaksana Harian (Plh) Bupati Lima Puluh Kota Yendri Tomas. (*)