Lubuk Basung, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan menurunkan sebanyak 517 petugas untuk melakukan sensus ekonomi di daerah itu pada 2016.


Kepala BPS Kabupaten Agam, Joni Suryadi di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan ke 517 petugas ini berasal dari warga yang tersebar di setiap nagari di Kabupaten Agam.


"Pendaftaran petugas sensus ekonomi ini akan kita lakukan dalam waktu dekat. Mereka akan menjalankan tugas pada 1 sampai 31 Mei 2016," katanya saat sosialisasi sensus ekonomi 2016 di aula utama kantor Bupati Agam, Rabu.


Peserta sosialisasi ini berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Agam, camat, pelaku usaha, asosiasi dan lainnya dengan narasumber dari BPS Provinsi Sumbar Rita Diana, Kepala Bappeda Kabupaten Agam Erniwati, dan Kepala BPS Kabupaten Agam Joni Suryadi.


Bagi masyarakat yang ingin menjadi petugas sensus ekonomi ini, tambahnya, mereka diberikan kesempatan untuk mendaftar ke BPS Kabupaten Agam.


Ia menambahkan, sensus ekonomi ini dilakukan setiap 10 tahun. Sensus dilakukan pada 1986, 1996, 2006 dan 2016.


Sementara tujuan sensus ekonomi ini untuk memperoleh informasi dasar yang mencangkup semua sektor ekonomi, memberi gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi.    


Lalu, mengetahui karakteristik usaha di Indonesia, mengetahui daya saing bisnis di Indonesia dan lainnya.


Sedangkan sektor yang akan didata nantinya seperti, pertambangan, idustri pengolahan, pengadaan listrik, gas, pengolahan air limbah, pengadaan air, kontruksi dan lainnya.


"Responden pada sensus ekonomi ini merupakan semua pelaku usaha yang ada di Indonesia mulai dari perusahaan, pemerintah, rumah tangga dan lembaga non profit," katanya.


Sementara itu, Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, mendukung penuh kegiatan sosialisasi sensus ekonomi 2016.  


"Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk memberikan informasi dan pemahaman yang luas tentang sensus ekonomi 2016, guna mendapatkan data kondisi ekonomi terkini dari seluruh elemen masyarakat," katanya. (*)