Logo Header Antaranews Sumbar

Rumah makan legendaris Simpang Raya Bukittinggi buka cabang baru di Simpang Taluak

Kamis, 12 Maret 2026 12:55 WIB
Image Print
Pimpinan Rumah Makan (RM) Minang Simpang Raya Bukittinggi, Alfianus Datuak Samiak. RM Simpang Raya buka cabang baru di Simpang Taluak yang menjadi daerah perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Rumah makan legendaris Minangkabau (Sumatera Barat), Simpang Raya, mengembangkan usahanya dengan membuka cabang kesembilan di Jalan By Pass Simpang Taluak, tepat di antara perbatasan Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam.

Pimpinan Rumah Makan (RM) Simpang Raya, Alfianus Datuak Samiak mengatakan cabang baru ini merupakan yang ke sembilan untuk Sumbar-Riau. Beroperasi sejak 1969, rumah makan Simpang Raya, hingga kini konsisten mengusung tagline "Salero Nan Tau Raso".

"Untuk cabang ke sembilan ini, kita sedikit memperluas konsep rumah makan ini, dengan mengikuti perkembangan yang ada. Sehingga, targetnya bisa lebih menjangkau seluruh kalangan," ujarnya, saat soft launching dan buka bersama anak yatim, Kamis (12/03).

Ia menyebut ada tiga konsep yang disuguhkan RM Simpang Raya Bypass Simpang Taluak. Pertama, masakan Simpang Raya seperti yang dikenal masyarakat pada umumnya.

Kedua konsep resto pre order, yang modern, dengan menyediakan menu aneka sea food, bebek dan lainnya. Ketiga, konsep cafe yang juga menyediakan berbagai varian kopi dan makanan ringan menarik.

"Untuk kapasitas, Simpang Raya di Simpang Taluak ini, InsyaAllah bisa menampung 200 orang. Sedangkan untuk ruang VIP juga disediakan dengan kapasitas 80 orang," katanya.

RM Simpang Raya baru itu direncanakan beroperasi secara penuh, setelah Idul Fitri 1447 nanti dan dibuka resmi bersama kepala daerah setempat.

RM Simpang Raya berasal dari Kota Bukittinggi dengan kode tahun 1969 yang kemudian dikembangkan hingga ke seluruh Indonesia dengan kode RM Simpang Raya 1976.

"Jumlah RM Simpang Raya di seluruh Indonesia sudah puluhan ya, namun untuk asal muasal tetap dari Bukittinggi di tahun 1969. Pendiri sebelumnya juga mengijinkan konsep dan jaringan rumah makan minang ini diperluas hingga seluruh daerah," pungkas Alfianus.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026