Padang, (AntaraSumbar) - Penampilan seniman tradisional Padang dengan tari Silek Harimau atau Silat Harimau ikut memeriahkan pembukaan seminar dan simposium internasional tentang kehidupan liar di Universitas Andalas (Unand) Padang, Selasa.


"Pencak silat Harimau ini sengaja ditampilkan dalam simposium kehidupan liar bertujuan untuk menyadarkan tentang pentingnya perlindungan terhadap hewan yang mulai langka tersebut," kata Ketua Panitia M. Nazri Jandra.


Dia menyebutkan Silat Harimau ini dilakukan oleh sanggar tari Palito Nyalo yang berlokasi di sekitar kampus Unand.


Silat ini dimainkan oleh beberapa orang dengan dua diantaranya melakukan gerakan silat sedangkan yang lainnya mengiringi dengan alat musik tambur atau gendang.


Dalam gerakannya kata dia, Silat menampilkan polah tingkah seperti halnya harimau akan menerkam mangsa.


Saat ini Silat Harimau mulai terdengar namanya sejak menggaungnya sinetron Manusia Harimau.


"Baik Silat Harimau maupun drama Manusia Harimau sama-sama menjelaskan dan mengingatkan bahwa kehidupan liar perlu dilindungi," imbuhnya.


Disamping itu katanya, tujuan menampilkan pesilat Harimau ini juga untuk mempromosikan salah satu kesenian tradisional di Minang.


Menurutnya dengan hadirnya sejumlah peneliti asing dan luar Minang dirasa tepat adanya promosi kebudayaan tersebut.


Sementara itu salah satu peserta seminar  Henny mengapresiasi adanya penampilan Silek Harimau tersebut.


Menurutnya hal ini menjadi kejelian panitia dalam mengkaitkan kebudayaan dan kehidupan liar.


Mungkin saja saat ini katanya, kesenian Silat Harimau tersebut sama terancam keberadaanya sebagaimana habitat dari Harimau Sumatera.


Untuk itu kesenian ini diharapkan dapat menggugah masyarakat untuk lebih aktif mengupayakan konservasi di lingkungan sekitar, ucapnya. (*)