Padang, (AntaraSumbar) - Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Barat Arjun Ansol Siregar mengatakan penyaluran beras untuk keluarga miskin pada September hingga Desember akan dipercepat sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga.
"Dengan tuntasnya penyaluran raskin pada Agustus ini, pada bulan yang akan datang kabupaten/kota diimbau segera menyampaikan Surat Permintaan Alokasi (SPA) dipercepat dari waktu biasanya," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan untuk saat ini telah tersalurkan 8,9 ton raskin untuk 75.836 Rumah Tangga Miskin (RTS) yang ada di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Pada bulan tersebut hanya dapat terealisasikan sebanyak 98 persen, dikarenakan masih terdapat dua kecamatan di Mentawai yang raskinnya belum didistribusikan.
"Memang masih ada dua kecamatan lagi yang belum kami salurkan disebabkan adanya keterlambatan pembayaran," jelasnya.
Katanya melanjutkan, nantinya pada penyaluran September hingga akhir tahun pihaknya memberi waktu pemberian jangka waktu SPA hingga dua minggu, dan untuk dua minggu selanjutnya hanya mendistribusikan.
"Kami tidak ingin masyarakat terbebani saat harga beras mengalami kenaikan. Untuk raskin akhir tahun kami upayakan penyalurannya diselesaikan pada Oktober," ujarnya.
Mengenai stok, ia mengatakan masih ada pada jumlah yang aman hingga lima bulan ke depan.
"Stok raskin yang tersedia di gudang kami aman. Ketersediaan cukup untuk lima bulan ke depan, atau sampai penyaluran Januari," katanya. (cpw2)