Jakarta, (AntaraSumbar) - Situs jual beli online atau dalam jaringan (daring) Bukalapak.com menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melayani penjualan lebih dari 100 komoditi kebutuhan pokok untuk keperluan Ramadhan dan Lebaran 1436 H.


"Meroketnya harga-harga kebutuhan pokok di pasaran terutama selama bulan Ramadhan mendorong kami untuk ikut memberikan solusi agar masyarakat memiliki pilihan harga yang lebih murah dan di sisi lain produk para petani dan usaha kecil bisa dipasarkan dengan baik," kata pemilik Bukalapak.com Achmad Zaky kepada pers di Jakarta, Kamis.


Ia mengatakan pihaknya berupaya melakukan inovasi dengan melihat kebutuhan pasar.


"Kami mengamati kecenderungan yang terjadi memasuki Ramadhan biasanya harga-harga kebutuhan pokok melonjak, termasuk bahan-bahan segar seperti berbagai jenis cabai, bawang, beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi segar, dan daging ayam segar, " katanya.


Bukalapak.com menggandeng Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) untuk menyediakan sayur-sayuran dan buah-buahan berkualitas tinggi dengan harga yang lebih murah. Sedangkan untuk penyedia beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi segar, daging ayam segar, bekerja sama dengan UMKM, ujarnya.


Ia mengatakan program belanja online khusus untuk kebutuhan pokok tidak dikenakan biaya pengiriman dan batas minimal pemesanan.


"Sesuai dengan misi kami untuk meningkatkan kualitas UKM di Indonesia, kami menggandeng Paskomnas karena mereka memiliki jangkauan langsung ke tingkat produsen atau petani, sehingga bisa menyediakan sayur-sayuran dan buah-buahan dengan harga murah dan kualitas tinggi," kata Zaky.


Hartono Wp, Direktur Utama Paskomnas Indonesia menyatakan  kerja sama ini bisa membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk sayur-sayuran dan buah-buahan yang diproduksi oleh petani-petani di seluruh Indonesia. 


"Paskomnas Indonesia adalah grup perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan jaringan Pasar Induk, mempunyai visi untuk menciptakan distribusi pendapatan yang adil bagi semua pelaku, mulai dari produsen sampai harga yang wajar di tingkat konsumen," jelas Hartono. 


Lebih lanjut Zaky mengatakan dengan program yang dinamai "Rahmat" diharapkan masyarakat semakin terbiasa berbelanja secara online. (*)