Batusangkar, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), akan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi pasca-longsor batu di Ngalau Pangian, Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo.
"Dampak bencana alam tersebut telah merusak jaringan irigasi yang mengairi sedikitnya 450 hektare sawah, 200 kolam ikan serta air untuk peternakan di tiga nagari yakni Nagari Pangian, Taluak dan Tigo Jangko," kata Wakil Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi didampingi Kepala BPBD Mukhlis di Batusangkar, Selasa.
Ia menyebut longsor bebatuan yang terjadi pada Sabtu (16/5) tersebut telah ditinjau pemerintah pusat yaitu Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan dan Perlindungan Pengungsi BNPB Joko Sri Wismoko beserta pihak terkait lainnya.
Wabup menjelaskan pasca longsor pemerintah daerah menutup sementara objek wisata Ngalau Pangian dan menyatakan tanggap darurat bencana selama sepekan.
"Penangulangan tanggap darurat dengan mekanisme cepat dan tepat," katanya.
Ia mengharapkan pemerintah pusat dan dinas terkait segera melakukan penelitian teknis dan penanganan lebih lanjut agar air irigasi dapat mengalir ke sawah pertanian dan kolam ikan.
Sementara itu, Kepala BPBD Mukhlis mengatakan pemerintah daerah akan berupaya dengan cepat bersama pemerintah provinsi dan pusat, dalam kurun waktu satu minggu ini melakukan penanganan tanggap darurat mengairi kembali lahan pertanian dan peternakan masyarakat.
"Jaringan irigasi salah satu aspek penting dalam mengatasi dampak bencana yang terjadi sehingga sawah, kolam dan air untuk peternakan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat di tiga nagari itu dapat segera dipenuhi," katanya.
Ia menyebut bencana alam batu longsor itu juga menelan korban jiwa satu orang bernama Alwes (28), satu orang luka berat dirawat di RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi bernama Ikbal (20), dan dua warga luka ringan Rido (28) dan Mel (37). (*)