Menteri BUMN: Pertamina-PLN-PGN harus Efisien
Kamis, 2 April 2015 20:17 WIB
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Rini M Soemarno meminta PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero membangun sinergi dalam operasional agar bisa menjamin harga produksi migas dan tarif listrik kepada masyarakat tidak mengalami kenaikan.
"Kita (Pertamina, PGN dan PLN) yang mengelola dan memproduksi energi harus efisien agar mampu menghindari kenaikan harga migas dan listrik di konsumen," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.
Ketika direktur utama itu datang k kantor Menteri BUMN karena dipanggil Rini.
Menurut Dwi, dalam sinergi tersebut dimungkinkan dilakukan dengan berbagai cara seperti dari proses bisnis, komunikasi antar ketiga BUMN tersebut, hingga pembentukan perusahaan patungan.
"Mungkin nantinya akan ada tim kecil yang bisa menilai dan memberikan solusi tepat dalam kemitraan tersebut," ujarnya.
Penurunan Subsidi
Hal senada diungkapkan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir yang menilai efisiensi di perusahaan itu bisa mendorong penurunan subsidi energi.
"Kalau semua pihak melakukan efisiensi, ke depan subsidi bisa ditekan. Tarif tidak naik begitu juga di Pertamina dan PGN," ujarnya.
Mantan Dirut Bank BRI tersebut juga berharap dengan efisiensi yang dilakukan sesuai dengan perencanaan perusahaan, maka tidak akan terkendala untuk penyediaan energi primer di masyarakat.
Ia mengakui, PLN tidak mempermasalahkan tuntutan efisiensi yang diminta Menteri BUMN selaku kuasa pemegang saham perusahaan, sejalan dengan mulai beroperasinya sejumlah pembangkit.
Dicontohkannya, di Medan pembangkit PLTU dan PLTG PLN sudah berjalan dengan baik dan ditargetkan akhir April 2015 sudah menghasilkan listrik dengan kapasitas 300 MW dan pada Juni mencapai 800 MW.
Saat bersamaan pembangunan transmisi di Buleleng, Bali diharapkan juga bisa rampung sehingga PLTU di wilayah itu bisa teraliri listrik.
"PLTU tersebut akan lebih efisien dari penggunaan BBM," ujarnya.
Sofyan menambahkan, efisiensi pembangkit di Medan bisa mencapai Rp6 triliun-Rp7 triliun per tahun, sedangkan di Bali efisiensi berkisar Rp3 triliun-Rp4 triliun per tahun.
"Dengan pengelolaan yang lebih baik, maka secara nasional PLN menargetkan bisa melakukan efisiensi per tahun minimal Rp8 triliun-Rp12 triliun. Ini menjadi hal yang mendukung PLN untuk tidak menaikkan tarif listrik terutama bagi rakyat kecil," ujarnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dony Oskaria letakan batu pertama pembangunan SDN 49 Batang Kabung Kota Padang yang terdampak bencana
20 February 2026 11:09 WIB
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
20 December 2025 9:07 WIB
Untuk relokasi, Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara
16 December 2025 12:24 WIB
Mensesneg instruksikan Pemprov Sumbar manfaatkan tanah negara untuk relokasi
15 December 2025 22:40 WIB
Bantu korban bencana di Sumatra, SIG kirimkan tim reaksi cepat dan salurkan bantuan hingga dirikan posko
02 December 2025 10:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018