
Gubernur sebut KNKT rekomendasikan penutupan Jalan Sitinjau Lauik

Kota Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merekomendasikan penutupan Jalan Sitinjau Lauik karena kondisi jalan yang tergolong ekstrem dan berbahaya.
"Faktanya, setiap hari hampir selalu ada kecelakaan di Jalan Sitinjau Lauik," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Oleh karena itu, kata gubernur, pembangunan Jalan Layang Sitinjau Lauik yang diharapkan tuntas pada 2027 dengan nilai mencapai Rp2,7 triliun tersebut sangat mendesak demi mencegah atau mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Layang Sitinjau Lauik kurun waktu 2020 hingga 2024 mencapai 100 kejadian. Dari angka itu 36 orang di antaranya meninggal dunia, 13 orang luka berat dan sisanya luka ringan.
Kecelakaan lalu lintas tersebut di antaranya melibatkan truk pengangkut logistik dari arah Kota Padang menuju Solok maupun sebaliknya yang mengalami rem blong hingga terjun ke jurang. Selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil, kondisi itu juga menghambat arus perekonomian.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Elsa Putra Friandi mengatakan secara geometrik Jalan Sitinjau Lauik memang tidak ideal. Oleh karena itu, pembangunan flyover sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi hal-hal buruk.
"Flyover Sitinjau Lauik ini nantinya akan menjadi solusi tikungan-tikungan yang tajam dan curam tersebut," ujarnya.
Lebih jauh, ia mengatakan dari kajian lembaga terkait terdapat tujuh kilometer jalan di kawasan Sitinjau Lauik yang tidak ideal. Harapannya, proyek Sitinjau Lauik sepanjang 2,2 kilometer bisa menjadi solusi awal mengatasi permasalahan tersebut.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
