Utusan PBB Peringatkan Mengenai "Keadaan Darurat Kedua"
Selasa, 31 Maret 2015 9:00 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Vanuatu Osnat Lubrani pada Senin (30/3) memperingatkan mengenai potensi "keadaan darurat kedua" akibat hancurnya 90 persen tanaman akibat Topan Tropis Pam.
Ia mendesak diperkuatnya upaya untuk membantu warga yang memerlukan, kata seorang juru bicara PBB.
Dua pekan setelah topan tropis menerjang Vanuatu, Lubrani mengunjungi beberapa pulau di Provinsi Tafea, dan mengatakan ada kemungkinan kerawanan pangan jangka-panjang yang dihadapi masyrakat yang sangat mengandalkan pada pertanian sebagai sumber nafkah mereka, kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam taklimat harian di Markas PBB, New York, AS.
Lubrani memperingatkan "keadaan darurat kedua" dapat melanda Vanuatu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Topan tropis itu menghancurkan lebih dari 90 persen tanaman, sehingga penduduk yang sangat mengandalkan pertanian sebagai sumber nafkah tanpa sumber penghasilan lain dan kemungkinan ketidak-amanan pangan jangka-panjang.
PBB dan semua mitranya telah mulai menyediakan benih buat banyak keluarga guna menjamin keamanan pangan jangka-panjang, dan akan mendukung pemerintah dalam memulihkan prasarana masyarakat dan menghidupkan kembali kegiatan ekonomi.
PBB berusaha memperoleh 30 juta dolar AS untuk membantu 166.000 orang yang jadi korban topan selama kurun waktu tiga bulan, katanya. Ia menambahkan setakat ini, 9,4 juta dolar AS telah diperoleh sejak diluncurkannya Flash Appeal pada 24 Maret, tapi dukungan lebih banyak diperlukan.
"Sungguh memilukan melihat sangat besarnya kehancuran," kata Lubrani saat mengunjungi Pulau Tafea.
Pada 13 Maret, Topan Tropis Pam menerjang seluruh kepulauan tersebut, menyapu bersih rumah dan prasarana, menghancurkan jaringan listrik dan meratakan dengan tanah tanaman di negara yang terutama mengandalkan pertanian itu. Sejauh ini, bantuan telah menjangkau semua 22 pulau yang diterjang topan di negara pulau kecil tersebut, meskipun tantangan logistik sangat besar akibat penyebaran geografis kepulauan itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018