Warga Keturunan India Gelar Tradisi Serak Gulo
Sabtu, 21 Maret 2015 22:25 WIB
Padang, 3 (Antara) - Ratusan warga muslim keturunan India di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar tradisi serak gulo atau tabur gula berlokasi di Jalan Pasar Batipuh depan Masjid Muhammadan Kecamatan Padang Selatan.
"Serak gulo adalah tradisi turun temurun yang yang diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Jumadil Akhir penanggalan kalender Hijriyah dengan menaburkan gula pasir yang diperebutkan oleh warga dalam rangka memperingati har lahir Souhul Hamid," kata Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abu Bakar di Padang Sabtu.
Ia menjelaskan Souhul Hamid merupakan salah seorang penyebar agama Islam dan serak gulo merupakan simbol manisnya ilmu yang diberikan.
Tradisi serak gulo merupakan salah satu kebudayaan masyarakat India muslim yang dibawa ke kota Padang dimana di dunia hanya dilakukan pada tiga tempat yaitu di Padang, Singapura dan India, ujarnya.
"Menyambung silaturahim dan meningkatkan kepedulian untuk saling berbagi merupakan filosofi dari kegiatan ini," tambahnya.
Tidak hanya warga keturunan India, sejak pukul 16.30 WIB ratusan warga lainnya berbaur memadati jalan Pasar Batipuh di depan Masjid Muhammadan, untuk memperebutkan gula yang dibungkus dengan kain perca berwarna warni.
Ketua Panitia, Hafaz Max Anwar menyebutkan sekitar tiga ton gula disiapkan pada kegiatan ini berasal dari sumbangan berbagai kalangan secara sukarela.
Gula pasir tersebut dibungkus dengan kain berwarna-warni mulai ukuran 100 gram hingga 500 gram yang dilemparkan oleh sekitar 15 orang pria dewasa dari atas atap Masjid Muhammadan.
Sebelum tebar gula dimulai, ritual diawali dengan doa bersama kemudian pemasangan bendera pada bagian atas masjid pada seutas tali dengan panjang 20 meter dan dilanjutkan dengan tebar gula yang dilempar oleh belasan petugas di atap Masjid Muhammadan.
Begitu gula dilempar ratusan warga berebut dibawah untuk mendapatkan gula yang dipandang sebagai simbol keberkahan, kata dia.
"Supaya berkah dan tercapai apa yang dicita-citakan tahun ini, ada juga yang mencari jodoh," kata salah seorang warga keturunan India Nurhayati.
Sebagai warga keturunan India, ia merasa bangga tradisi yang berasal dari tanah leluhurnya masih bertahan hingga saat ini.
Sementara, Wali Kota (Wako) Padang, Mahyeldi yang hadir pada acara itu mengatakan ini merupakan salah satu potensi budaya di Padang yang harus dikembangkan.
Tahun depan penyelenggaraannya harus lebih besar lagi dengan promosi yang lebih maksimal sehingga masyarakat keturunan India yang ada di Nusantara tertarik untuk mengikutinya, ujar dia.
Ini juga merupakan wadah membangun kebersamaan dan memperdekat hubungan masyarakat keturunan India yang ada di Padang, ujar dia.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan ini merupakan kegiatan yang harus dibesarkan karena tradisi yang dapat mendatangkan wisatawan sehingga ada daya tarik orang untuk melihatnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kuda Fort de Kock yang mati miliki banyak keturunan berprestasi di arena pacuan
11 July 2025 10:00 WIB
Erick adakan pertemuan den lgan pemain keturunan Indonesia Emil Audero
13 April 2024 13:17 WIB, 2024
Wolves perpanjang kontrak pemain keturunan Indonesia Justin Hubner dua setengah tahun
02 February 2023 6:46 WIB, 2023
PSSI temui dua pemain U-19 keturunan Indonesia di Belanda, berikan bingkisan dan map berlogo PSSI
11 April 2022 7:36 WIB, 2022
Komnas HAM sebut Pelabelan PKI tanpa peradilan tidak boleh kembali terjadi
03 April 2022 13:06 WIB, 2022
Ketum PSSI sebut Shin Tae-yong ajukan empat pemain keturunan perkuat timnas
12 November 2021 6:47 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018