Kapal Perusak Kawal Rudal Ditarget Selesai 2017
Sabtu, 21 Maret 2015 17:36 WIB
Malang, (Antara) - Pembuatan dua Kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter (PKR-10514) ditarget selesai pada tahun 2017, dan kini prosesnya sudah mencapai 40 persen, kata Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah Arifin.
"Pengerjaan awalnya dilakukan pada akhir 2012 oleh anak negeri dengan kerja sama perusahaan perkapalan besar dari Belanda, DAMEN Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), dan diharapkan bisa segera selesai dan memperkuat alutsista Indonesia," ucapnya di Malang, Sabtu.
Ia mengatakan, pembuatan kapal jenis kapal perang cepat itu untuk memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui proyek jangka panjang Badan Sarana Pertahanan (Barahanan).
"Kapal ini dilengkapi dengan persenjataan canggih bawah air untuk menghancurkan kapal selam, serta terdapat peralatan modern di atasnya, sehingga mampu memperkuat persenjataan maritim kita," katanya.
Sementara itu, kerja sama dengan Belanda yang dilakukan dalam pembuatan kapal ini diharapkan mampu memberi manfaat dengan adanya transfer teknologi kepada anak bangsa.
"Kerja sama ini dilakukan dengan sistem teknologi tinggi, sehingga PT PAL nantinya diharapkan bisa membangun sendiri PKR secara mandiri," katanya.
Ia menjelaskan, dalam membuat PKR dibagi dalam enam modul atau bagian, empat modul di antaranya dibuat di PT PAL, sedangkan dua modul yang terdiri dari permesinan dan anjungan kapal dibangun di Belanda.
"Apabila prosesnya selesai, dua modul dari Balanda dibawa dan dirakit ke PT PAL serta dijadikan satu dengan enam modul yang dikerjakan di galangan kapal, meski demikian kualitas kapal ini mendapatkan pengawasan khusus dari Belanda," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP sebut pelibatan masyarakat lokal kunci pengelolaan konservasi alam
28 October 2024 17:40 WIB, 2024
BPOM beber celah distribusi produk senyawa kimia perusak ginjal masuk ke Indonesia
02 November 2022 12:35 WIB, 2022
Kapal perusak Jepang bertabrakan dengan kapal penangkap ikan China di Laut China Timur
31 March 2020 8:07 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018