Padang Aro, (Antara) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Ilhamiwitri mengatakan, perekonomian daerah itu masih didominasi oleh kelompok sektor primer. "Nilai tambah sektor primer meningkat 14,41 persen dari Rp838,28 miliar pada 2012 menjadi Rp959,09 miliar pada 2013," katanya di Padang Aro, Selasa. Kontribusi sektor primer, katanya, sebesar 44,93 persen pada 2012 meningkat menjadi 44,50 persen tahun 2013. Dia mengatakan, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2000, pertumbuhan sektor primer mengalami percepatan pertumbuhan dari 5,53 persen tahun 2012 menjadi 6,45 persen pada 2013. Kelompok sektor primer meliputi kegiatan yang outputnya masih merupakan proses tingkat dasar. Yang termasuk kelompok sektor primer yaitu sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian. Selain itu, katanya, pada sektor sekunder juga mengalami percepatan pertumbuhan yaitu dari 7,18 persen pada 2012 menjadi 7,29 persen 2013. Kelompok sekunder merupakan sektor yang sebagian inputnya berasal dari sektor primer dan yang meliputi sektor ini yaitu industri pengolahan, listrik, gas dan air berseih serta bangunan. Sedangkan sektor tersier, imbuhnya, juga mengalami percepatan pertumbuhan tari 7,20 persen di 2012 menjadi 7,54 persen 2013. Yang dikelompokkan dalam sektor tersier yaitu perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa. Ia menyebutkan, bila dibandingkan perkembangan sektor-sektor ekonomi Sumbar dan Solok Selatan tahun 2012-2013 terdapt persamaan. Pada PDRB Solok Selatan hampir sebagian besar terjadi penngkatan kontribusi sektor-sektornya sedangkan pada PDRB Sumbar terjadi penurunan kontribusi pada beberapa sektor. Sektor yang mengalami penurunan di Sumbar seperti Pertanian, pertambangan, penggalian, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih. Pada 2013 sektor pertanian, pertambangan dan penggalian serta bangunan merupakan sektor yang paling tinggi kontribusinya terhadap PDRB Sumbar yaitu pertanian 2,70 persen, pertambangan dan penggalian 5,20 persen serta bangunan 1,34 persen. Sedangkan sektor lainnya hanya memberikan kontribusi terhadap PDRB Sumbar dibawah dua persen. (*/rik)