Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat optimis keberadaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berdampak positif terhada peningkatan roda perekonomian masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Sabtu.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan keberadaan dapur MBG akan jadi peluang bagi sektor UMKM khususnya pelaku usaha ayam broiler, ayam petelur, kelompok tani sayur-sayuran hingga rempah-rempah yang ada di masyarakat.
"Satu unit dapur MBG membutuhkan 100 sampai 150 kilogram sayur-sayuran per harinya dan 3 ton sayur dalam satu bulan. Belum lagi kebutuhan beras, ayam potong, telur dan rempah-rempah (bumbu). Serapan kebutuhan bahan pangan lokal akan berdampak positif kebangkitan ekonomi masyarakat," terang Welly Suhery.
Disamping itu kata Bupati Welly Suhery keberadaan dapur MBG akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
"Satu unit dapur MBG membutuhkan setidaknya 40 orang lebih tenaga kerja. Baik supir, tukang masak, dan pekerja lainnya. Ini akan jadi lapangan kerja baru bagi masyarakat Pasaman," tambahnya.
Untuk daerah Kabupaten Pasaman kata dia sasaran dan target penerima program MBG mencapai 101.858 jiwa.
"Untuk kalangan pelajar saja berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman yaitu sebanyak 74.518 orang. Sementara untuk penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebanyak 27.340 jiwa. Sehingga totalnya mencapai 101.858 orang," katanya.
Saat ini kata dia baru ada satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman dengan sasaran 3.313 orang penerima manfaat.
"Dari total jumlah sasaran penerima manfaat yang ada, Kabupaten Pasaman setidaknya membutubkan 34 unit SPPG yang tersebar di 12 kecamatan yang ada. Saat ini tengah proses pembangunan 4 unit SPPG baru," katanya.
Untuk itu kata pihaknya meminta dukungan semua pihak agar program nasional MBG yang telah berjalan beberapa bulan ini bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
"Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif. Anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi akan lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap untuk belajar. Pogram ini juga diharapkan dapat mengurangi angka stunting dan mal nutrisi yang masih menjadi tantangan serius di kabupaten pasaman," katanya.
Walaupun pada saat ini program makan bergizi gratis masih memberikan makan kepada pelajar, namun program ini tentu bukan tanpa tantangan.
"Mulai dari distribusi makanan, keterlibatan sekolah, hingga pengawasan kualitas dan gizi makanan yang disediakan. Maka dari itu kita dari Pemkab Pasaman bersama stakeholder terkait akan terus mengupayakan lakukan monitoring agar program nasional ini berjalan dengan maksimal," tutupnya.
