BPOM: Banyak Es Batu Tak Layak Konsumsi
Rabu, 4 Februari 2015 14:40 WIB
Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa mengatakan banyak es batu di pasaran tidak layak konsumsi karena mengandung mikrobiologi yang berbahaya bagi manusia.
"Yang saya heran kenapa banyak dari kita yang kekebalannya kuat, meski mengonsumsi minuman menggunakan es batu tak sehat," kata Roy di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan es batu di Indonesia memiliki standar yang berbeda dibandingkan di luar negeri, apalagi di barat.
"Kalau di luar negeri, sebagian besar es batu di negara kita itu sudah di-recall (ditarik dari peredaran)," katanya.
Untuk itu, dia menyarankan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk membuat pusat jajanan terpadu yang terawasi.
"Terdapat beberapa pusat jajanan yang baik untuk dicontoh, misalkan di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Di sana penggunaan lapak hanya disewakan atau tidak untuk dimiliki permanen. Dengan begitu, jika penjual menjajakan produk tak layak konsumsi dan bandel tidak taat maka sewa lapaknya tidak diperpanjang dan bisa diganti oleh penjual lain," kata dia.
Selain itu, Roy meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi es batu sebagai campuran minuman.
Es batu dikatakannya banyak dibuat dari air sungai yang dijernihkan sehingga besar kemungkinannya tercemar mikroorganisme berbahaya.
Dengan begitu, akan ada kemungkinan dari es batu yang dikonsumsi tersebut menyebabkan gangguan kesehatan, seperti diare dan tipus.
"Seperti lotere, kita bisa terhindar dari es batu berbahaya atau jika beruntung tidak kena. Tentu kita harus waspada," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinamika atmosfer picu suhu panas di Sumbar, warga diimbau banyak minum air putih
02 November 2025 10:15 WIB
Banyak yang bilang tidak mungkin, petani Desa Gunung Anten kini rasakan manfaat Reforma Agraria
26 September 2025 11:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018