Aden, (Antara/AFP) - Empat provinsi di bekas kawasan independen bagian selatan Yaman, termasuk kota utamanya Aden, Kamis, mengatakan bahwa mereka akan menolak semua perintah militer dari Sanaa setelah Presiden Abdrabuh Mansur Hadi mengundurkan diri. Komite yang berwenang atas urusan militer dan keamanan untuk Aden, Abyan, Lahej dan Daleh, yang loyal pada Hadi, mengatakan pihaknya telah mengambil keputusan itu setelah presiden, yang berasal dari selatan itu, mengundurkan diri paskaketegangan berdarah dengan milisi terkait kendali ibukota. Komite itu akan menempatkan polisi dan prajurit yang bersiaga di seluruh penjuru keempat provinsi itu. Komite itu memerintahkan mereka untuk hanya menerima perintah dari para gubernur provinsi dan empat komando kawasan militer di Aden, yang para pejabatnya merupakan loyalis Aden. Mereka mengutuk "peristiwa tragis di Sanaa dan permintaan suku Huthi yang tidak dapat diterima." Suku Huthi adalah milisi Syiah ysng telah mengendalikan ibukota sejak September. Bekas kawasan independen selatan memiliki tiga lagi provinsi di timur yaitu Shabwa, Hadramawt dan Mahra. (*/sun)