
Pemko Sawahlunto Siapkan Penguatan Pengrajin Perhiasan Limbah Batu Bara

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat menyiapkan penguatan ekosistem pengrajin perhiasan berbahan limbah batu bara, menyusul meningkatnya permintaan pasar domestik hingga luar negeri terhadap produk ekonomi kreatif tersebut.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Selasa, mengatakan penguatan ekosistem itu diarahkan agar peluang ekonomi dari tren pasar tersebut dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan pengrajin lokal.
“Potensi ini menarik karena berbasis identitas Sawahlunto sebagai kota tambang, namun dikembangkan menjadi produk ekonomi masa kini yang bernilai jual lebih tinggi,” kata dia.
Wali Kota menyampaikan hal itu usai beraudiensi dengan pemilik industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana, yang memaparkan perkembangan pasar perhiasan berbahan limbah batu bara dan peluang penguatan rantai produksi di Sawahlunto.
Sehingga Wali Kota menindaklanjuti dengan menekankan fungsi pemerintah daerah untuk hadir sebagai fasilitator dalam memperkuat kapasitas pengrajin, menjaga mutu produk, serta membuka akses promosi melalui event dan jejaring ekonomi kreatif yang lebih luas.
Sementara Alvinska menjelaskan minat pasar terhadap perhiasan berbahan limbah batu bara terus meningkat, terlihat dari pertumbuhan pesanan yang diterima Legam Jewelry melalui penjualan daring maupun partisipasi pada sejumlah pameran.
“Peminatnya tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ada dari luar seperti Eropa, sehingga ini berpotensi berkembang lebih besar,” katanya.
Ia juga menyebut saat ini Legam Jewelry telah bekerja sama dengan sejumlah pengrajin limbah batu bara di Sawahlunto yang sebelumnya memproduksi cenderamata, kemudian diarahkan untuk memproduksi komponen aksesoris perhiasan.
Sementara itu, proses finishing masih dilakukan di studio Legam Jewelry di Bandung, sehingga penguatan ekosistem produksi di Sawahlunto dinilai penting agar nilai tambah dan manfaat ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat daerah.
Untuk itu Pemko Sawahlunto segera membuka peluang tindak lanjut sinergi melalui pelatihan pengrajin, lokakarya desain dan produksi, serta penguatan jejaring melalui pusat kreatif di desa dan kelurahan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
