Sanaa/Aden, (Antara/Reuters/AFP) - Orang bersenjata tak dikenal menyerang dua kendaraan lapis baja militer di kota pelabuhan Yaman selatan, Aden, Jumat dini hari, dua pejabat setempat mengatakan kepada Reuters. Tiga ledakan terdengar di Aden selama serangan itu, yang diikuti oleh bentrokan, kata salah seorang pejabat, yang menolak untuk disebut namanya. Serangan itu terjadi setelah Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi mengajukan pengunduran dirinya pada Kamis setelah menghabiskan beberapa bulan mengelakkan diri dari gerakan kuat Houthi Yaman. Orang-orang bersenjata Sabtu, menurut AFP, juga menangkap Kepala Staf Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi yang dinominasikan sebagai perdana menteri tahun lalu namun ditolak oleh milisi Syiah yang mengendalikan ibu kota, kata seorang pejabat. "Satu kelompok bersenjata mendirikan pos pemeriksaan di Hada," satu distrik selatan Sanaa, dan "menangkap (Ahmed Awad bin) Mubarak dengan teman-temannya," kata seorang pejabat dari sekretariat dialog nasional kepada AFP. Mubarak adalah sekretaris jenderal dialog nasional pada transisi politik setelah pengunduran diri presiden veteran Ali Abdullah Saleh pada 2012 setelah selama setahun pemberontakan berdarah. Politisi senior itu "dibawa ke lokasi yang tidak diketahui," kata pejabat, dan menambahkan bahwa para penculik "dicurigai berasal dari milisi (Syiah) Huthi". Yaman telah kacau oleh ketidakstabilan sejak penggulingan Saleh, dengan Huthi dan Al-Qaida berusaha untuk mengisi kekosongan kekuasaan. Mubarak, tokoh selatan, adalah salah satu wakil di dialog Gerakan Selatan, yang berusaha menuntut otonomi atau memisahkan diri seperti sebelumnya, ketika selatan merdeka. Hadi menunjuk dia sebagai perdana menteri pada Oktober, namun Mubarak menolak tugas tersebut setelah penentangan kuat oleh para pejuang Huthi yang menyerbu Sanaa pada 21 September, dan oleh Partai Kongres Umum Rakyat Saleh. Huthi secara luas diyakini didukung oleh Saleh. Dewan Keamanan PBB pada November menjatuhkan sanksi - termasuk larangan visa dan pembekuan aset - terhadap Saleh dan dua komandan pemberontak karena mengancam perdamaian. Gejolak telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Yaman, tetangga Arab Saudi yang kaya minyak dan terletak di jalur pelayaran utama Terusan Suez ke Teluk, mungkin menjadi negara gagal mirip dengan Somalia. (*/sun)