Para Pemimpin Afrika Seru PBB Intervensi di Libya
Sabtu, 20 Desember 2014 21:41 WIB
Nouakchott, (Antara/AFP) - Para pemimpin di wilayah Sahel Sub-Sahara Afrika , Jumat menyeru PBB membentuk satu pasukan internasional "untuk melumpuhkan kelompok-kelompok bersenjata" yang menimbulkan kekacauan di Libya.
Imbauan itu datang pada akhir satu KTT kawasan mengenai "Proses Nouakchott", nama untuk satu prakarsa di ibu kota Mauritania Maret 2013 untuk mendorong kerja sama dikalangan 11 negara peserta.
Dalam satu pernyataan, para pemimpin Chad,Mali, Niger, Mauritania dan Burkina Faso menyerukan Dewan Keamanan PBB "membentuk satu pasukan internasional untuk melumpuhkan kelompok-kelompok bersenjata, membantu rekoniliasi nasional dan menstabilkan institusi-institusi demokratik" di Libya. Rencana itu akan diselenggarakan dengan konsultasi dengan Uni Afrika, kata mereka.
Tuan rumah Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz mengemukakan kepada wartawan: "Badan-badan yang terpilih, terutama Parlemen Libya, membutuhkan kekuatan untuk melaksanakan program-program mereka."
Libya dilanda kekacauan sejak jatuhnya orang kuat Muamar Gaddafi tahun 2011, dengan negara itu dipimpin dua parlemen dan dua pemerintah-- satu dari kelompok Islam dan yang lainnya diakui masyarakat internasional-- yang berjuang bagi kekuasaan.
KTT itu, yang bertemakan " satu tempat bagi keamanan bagi pembangunan global" adalah pertama sejak Aljazair, Burkina Faso , Chad, Guinea, Pantai Gading, Libya, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria dan Senegal menandatangani bagi proses itu.
Abdel Aziz, yang juga ketua-ketua Uni Afrika mengemukakan kepada rekan-rekannya serta delegasi-delegasi lainnya tentag satu keputusan bersama untuk melaksanakan "satu perang tanpa ampun terhadap terorisme dan kejahatan yang terorganisasi".
Di seluruh wilayah luas Sahel, ancaman-ancaman datang dari kelompok garis keras Boko Haram di Nigeria utara, yang menurut para pejabat lokal telah menculik setidaknya 185 warga desa-desa dalam serangan skala luas terbaru, Ahad, kelompok garis keras Islam yang diusir dari kota-kota Mali utara oleh tentara Prancis tahun lalu dan kini bertahan di gurun itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir : Pramuka adalah wadah pembinaan untuk pemimpin masa depan
07 October 2025 16:17 WIB
Musda VI, PKS Bukittinggi perkuat kader calon pelayan dan pemimpin masyarakat
06 September 2025 15:29 WIB
Indonesia dinilai tetap dihormati sebagai pemimpin tradisional di ASEAN
28 January 2025 22:01 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018