Netanyahu Tolak Segala Bentuk Ultimatum Palestina Melalui PBB
Senin, 15 Desember 2014 16:11 WIB
Jerusalem, 15/12 (Antara/AFP) - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Senin, menolak setiap upaya Palestina untuk menetapkan sebuah ultimatum guna mengakhiri pendudukan Israel di tanah Palestina melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Kami tidak akan menerima upaya untuk menerapkan tindakan sepihak kepada kami dengan menetapkan tanggal, pada saat Islam radikal menyebar di seluruh dunia," katanya, sebagaimana dikutip radio militer, sebelum menuju Roma untuk bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry .
Palestina pada Minggu mengumumkan mereka akan menyajikan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan, Rabu, untuk menetapkan batas waktu dua tahun bagi Israel guna menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki.
Kerry dan Netanyahu akan bertemu Senin malam untuk membahas pemungutan suara, dengan Amerika Serikat diperkirakan akan memveto usulan itu.
Netanyahu pada Minggu sudah mengesampingkan kemungkinan penarikan dari Tepi Barat yang diduduki dan kawasan Jerusalem timur yang didudukinya.
Negara-negara Eropa telah mencoba untuk menyusun bersama rancangan yang akan memenangkan konsensus di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu, dengan teks baru hanya menyerukan untuk kembali ke perundingan perdamaian yang bertujuan untuk mencapai solusi dua negara.
Putaran pembicaraan sebelumnya yang diperantarai AS telah gagal, berakhir pada April di tengah tuduhan pahit dari kedua belah pihak. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Anggota DPRD Agam sesalkan RSUD Lubuk Basung tolak warga berobat juga korban bencana
03 December 2025 9:56 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018