Kepala BNP2TKI Perkuat Deteksi Dini Lindungi TKI
Jumat, 28 November 2014 13:36 WIB
Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang baru dilantik Nusron Wahid mengatakan akan memperkuat perlindungan TKI dengan membuat sistem deteksi dini yang memonitor kondisi TKI diluar negeri.
"Kita harus ada semangat perubahan. Selama ini kita kan kaget kalau tiba-tiba ada TKI mau digantung atau dihukum mati. Supaya tidak kaget, kita mau buat early warning system, deteksi dini," ujar Nusron usai serah terima jabatan dari Kepala BNP2TKI sebelumnya Gatot Abdullah Mansyur di Gedung BNP2TKI, Jakarta, Jumat.
Penguatan perlindungan dengan deteksi dini itu akan mengawasi kondisi para TKI selama dalam masa kontrak seperti apakah gaji mereka selalu dibayar atau apakah mereka menerima perlakuan kekerasan dari majikan.
Dengan sistem pengawasan semacam itu, Nusron berharap masalah yang dialami para TKI dapat terdeteksi lebih awal sehingga dapat lebih cepat dilakukan penanganan.
Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) disebut Nusron akan digunakan sebagai salah satu instrumen pengawasan.
"Selama ini kan KTKLN di luar negeri praktis tidak berfungsi, hanya waktu pemberangkatan. Nanti kita akan padukan dengan handphone (telepon genggam) sebagai alat untuk memonitor," ujarnya.
Sistem pengawasan itu tidak akan hanya mengenai masalah gaji namun akan mencakup hal-hal lain seperti apakah benar TKI tersebut bekerja sesuai kontraknya dan juga termasuk jika mereka sakit untuk diberikan tindakan yang sesuai.
"Kita harus tahu berapa TKI kita yang jatuh tempo kontraknya, berapa yang tidak dibayar, bagaimana modus penyelidikannya (jika dibutuhkan penyelidikan)," ujar Nusron. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNP2TKI: Peluang tenaga kerja Sumbar bekerja di luar negeri terbuka lebar, ini negara-negaranya
06 August 2019 20:03 WIB, 2019
Perawat Indonesia yang dikirim ke Jepang meningkat selama lima tahun terakhir
18 June 2019 20:07 WIB, 2019
BNP2TKI akan Kirim 30 ribu TKI ke Timur Tengah, ini tanggapan Komisi I DPR
05 June 2018 10:25 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018