Rini Minta KAI-Pelindo II Tuntaskan Kereta Pelabuhan
Rabu, 29 Oktober 2014 12:48 WIB
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Rini M Soemarno melakukan gebrakan pertama di Kementerian BUMN dengan menginstruksikan percepatan pembangunan jalur kereta api menuju pelabuhan Tanjung Priok.
"Saya (Selasa, 28/10) langsung mendatangi Dirut Pelindo II, RJ Lino untuk mencari tahu secara langsung soal pembangunan jalur kereta api ke pelabuhan," kata Rini, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.
Urgensi pembenahan pelabuhan dengan menyediakan infrastruktur kereta api sangat mendesak karena menjadi tulang punggung konektivitas perdagangan ekonomi.
Menurut Rini, dirinya juga langsung berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang sebelumnya merupakan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pembangunan rel kereta api yang langsung menuju pelabuhan ini akan mengurangi keruwetan di Jakarta Utara, termasuk mengurangi kepadatan truk yang melintasi tol.
"Setelah melakukan koordinasi kemudian diketahui bahwa tenyata ada satu jalur koridor I dan III belum mendapat ijin. Saya minta Menhub menyelesaikannya," ujar Rini.
Wacana pembangunan kereta pelabuhan tersebut sudah muncul sejak 2012, namun terkendala berbagai hal terutama soal lahan.
Pada pertemuan antara KAI dan Pelindo II yang difasilitasi Kementerian BUMN beberapa waktu lalu, disepakati KAI pihak yang akan membangun rel kereta ke Pelabuhan Tanjung Priok tersebut.
Selain memiliki keuangan yang cukup untuk pendanaan, rel yang dibangun juga tidak terlalu panjang berkisar 300-500 meter.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Lembaga Supply Chain Indonesia (SCI), Setiadji menuturkan mendukung realisasi pembangunan jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilai bakal lebih mengefisienkan dan meningkatkan kinerja logistik nasional.
Setijadi memaparkan, kelancaran pengiriman barang itu akan berdampak terhadap biaya logistik perusahaan, baik biaya transportasi maupun biaya persediaan karena perusahaan bisa mengurangi jumlah persediaan.
"Penurunan biaya logistik yang diperoleh akan cukup signifikan karena sekitar 60-65 persen volume barang Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari wilayah timur pelabuhan, yaitu Bekasi, Karawang, Cikampek, dan sekitarnya," kata Setiadji. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB