Putin Tuding Obama Bersikap Bermusuhan
Kamis, 16 Oktober 2014 11:11 WIB
Moskow, (Antara/AFP) - Presiden Vladimir Putin menuding Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menunjukkan sikap bermusuhan terhadap Rusia dan memperingatkan "upaya-upaya untuk memeras" Moskow.
Menjelang kunjungannya ke calon anggota Uni Eropa, Serbia pada Kamis dan pertemuan dengan pemimpin UE pada Jumat, Putin tanpa basa-basi meminta Washington untuk mempertimbangkan kepentingan Moskow.
Orang kuat Rusia itu menyinggung pidato Obama di Majelis Umum PBB bulan lalu, yang memasukkan "agresi Rusia" di timur Ukraina dalam daftar ancaman global, bersama dengan kelompok Negara Islam dan wabah Ebola di Afrika barat.
"Bersama dengan segala pembatasan terhadap seluruh sektor perekonomian kami, sulit untuk tidak mengatakan pendekatan tersebut sebagai sikap permusuhan," kata Putin kepada harian Serbia, Politika.
"Kami berharap partner kami akan memahami kecerobohan upaya memeras Rusia, (dan) ingat apa akibat perselisihan diantara negara nuklir besar terhadap stabilitas strategis," kata Putin dalam komentarnya yang dirilis oleh Kremlinpada Rabu malam.
Putin juga menuduh Washington mencampuri urusan dalam negeri negaranya, mendakwa AS telah memprovokasi krisis di Ukraina dan kemudin balik menuduh Rusia.
"Apa yang terjadi sejak awal tahun ini bahkan lebih melemahkan semangat," kata Putin.
"Washington secara aktif mendukung protes Maidan dan mulai menyalahkan Rusia sebagai provokator krisis saat anak didiknya di Kiev dengan nasionalisme fanatik mengubah sebagian Ukraina menentangnya dan menjerumuskan negara tersebut menuju perang sipil."
Putin menekankan bahwa Moskow siap memperbaiki hubungan namun hanya jika kepentingannya benar-benar diperhatikan.
"Kami siap membangun dialog konstruktif berdasar prinsip-prinsip kesetaraan dan benar-benar mempertimbangkan kepentingan masing-masing."
Rusia berselisih dengan Barat setelah pencaplokan semenanjung Krimea dari Ukraina pada Maret dan dukungannya terhadap kelompok separatis di negara bekas Uni Soviet itu.
Kiev dan Barat menuduh Kremlin mengirimkan pasukan ke Ukraina untuk mendukung perjuangan kelompok separatis melawan otoritas Kiev. Moskow membantah klaim itu.
Pendahulu Putin di Kremlin, Dmitry Medvedev mempelopori perbaikan hubungan dengan Washington namun hubungan itu dengan cepat kembali memburuk setelah Putin berkuasa kembali untuk ketiga kalinya pada 2012. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hamas tegaskan komitmen gencatan senjata, tuding Israel ingkar janji
12 February 2025 9:04 WIB, 2025
AS tuding China telah menerbangkan balon mata-mata ke 40 negara di 5 benua
10 February 2023 13:41 WIB, 2023
Rusia tuding pengiriman tank bukti Eropa terlibat langsung dalam konflik di Ukraina
27 January 2023 6:00 WIB, 2023
Korut tuding perjanjian militer AS-Korsel-Jepang mengarah ke "NATO Asia"
03 July 2022 12:55 WIB, 2022
Fakta Peng yang tuding dipaksa hubungan seks oleh bekas pejabat China
20 November 2021 9:01 WIB, 2021
Kapal perang AS berlayar dekat Taiwan, China tuding ciptakan ketegangan
05 February 2021 10:51 WIB, 2021
Respon masyarakat tuding pemilik terpapar COVID-19, warung Lotek Mbak Sri sepi
16 September 2020 19:24 WIB, 2020
AS tuding empat media sebagai alat propaganda pemerintah China, berikut medianya
23 June 2020 9:47 WIB, 2020
Pertandingan ditangguhkan, Fans Newcastle United tuding klub lalai kembalikan uang tiket
04 June 2020 6:06 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018