KSPI Minta Pemerintah Serius Buat Aturan Jamkes
Senin, 17 Desember 2012 15:16 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Presidium Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Ikbal meminta pemerintah serius dan tidak main-main dalam membuat aturan mengenai jaminan kesehatan dan jaminan pensiun bagi pekerja.
"Pemerintah jangan main-main membuat aturan mengenai jaminan kesehatan dan pensiun, karena kalau tida dua hal itu akan jadi salah satu fokus aksi buruh 2013," kata Said Ikbal dalam seminar nasional bertajuk "Optimisme Menuju Pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial" di Auditorium Adyana, Wisma Antara, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, selama ini dari 270.000 perusahaan hanya 0,05 persen yang memberikan jaminan pensiun. Jumlah itu menurut dia sangat tidak memberikan jaminan pensiun bagi pekerja setelah lama bekerja.
"Buruh bekerja selama 40 tahun, masa tidak ada jaminan pensiun setelah pensiun," ujarnya.
Dia mengatakan, Undang-Undang mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) akan mewajibkan pengusaha untuk memberikan jaminan pensiun kepada pekerja. Namun menurut dia, perlu adanya regulasi untuk menjalankan hal tersebut.
"Selama ini Rancangan Peraturan Presiden (RPP) mengenai jaminan kesehatan dan pensiun belum jelas dari pemerintah," katanya.
Dia membantah ada buruh yang tidak setuju dengan aturan yang dibuat pemerintah untuk menunjang kesejahteraan buruh dalam BPJS. Menurut dia, para buruh menginginkan iuran BPJS itu dibayarkan oleh pengusaha.
"Pengusaha membayar iuran kesehatan itu diambil dari labour cost dari produk yang diproduksinya," katanya.
Pembicara lain dalam seminar itu adalah Direktur Utama PT JAMSOSTEK Alvyn G Masassya dan Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali Z Situmorang.
Selain itu Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung, dan Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat DR. Adang Setiana menjadi pembicara kunci dalam seminar tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018