Indonesia-Tiongkok Sepakat Bahas Kembali Sarang Burung Walet
Sabtu, 20 September 2014 18:51 WIB
Beijing, (Antara) - Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk membahas kembali produk sarang burung walet Indonesia yang tersendat memasuki pasar Negeri Panda itu, meski kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman tentang sarang burung walet.
Hal itu terungkap dalam rangkaian pertemuan Menteri Pertanian RI Suswono dengan mitranya Menteri Pertanian Tiongkok Han Changfu, demikian ungkap Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo kepada Antara di Beijing, Sabtu.
Kedua pihak sepakat untuk menelusuri kembali kendala teknis yang dihadapi, dan berupaya mencari titik temu agar sarang burung walet Indonesia dapat memasuki pasar Tiongkok dengan aman.
Indonesia dan Tiongkok sebelumnya telah bersepakat untuk memasarkan produk sarangn burung walet di dalam negeri Tiongkok. Namun, sejak kesepakatan itu dilakukan sarang burung walet Indonesia belum dapat dipasarkan di Tiongkok dengan alasan higienitas.
Kementerian Perdagangan menyatakan ekspor sarang walet Indonesia ke Tiongkok dilarang untuk sementara waktu karena ditemukan kandungan nitrit pada produk tersebut.
Penemuan kandungan nitrit yang berlebihan dianggap membahayakan dan didapati dari sejumlah sarang burung yang mayoritas impor dari Indonesia. Terkait itu, kedua pihak akan membahas hal yang terkait, termasuk batas untuk standar nitrit yang boleh terkandung dalam sarang burung walet.
Sarang walet yang belum diperiksa menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) belum bisa dikirim ke luar negeri. Harus disertifikasi dulu dan hingga kini sudah ada tujuh perusahaan yang dapat sertifikasi dari badan karantina guna dapat mengirimkan sarang burung walet ke luar negeri termasuk Tiongkok.
Sebelumnya, ekspor sarang burung walet sudah bisa dilakukan tanpa melalui perantara Malaysia setelah Indonesia-Tiongkok menandatangani kesepakatan ekspor sarang walet.
Potensi ekspor sarang walet Indonesia ke luar negeri berjumlah sekitar 200 ton per tahun dimana harga per kilogram sarang walet di Tiongkok mencapai Rp37 juta per kilogram.
Selain sarang burug walet, menurut Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo, Indonesia dan Tiongkok juga sepakat untuk membahas kembali masuknya manggis dan bungkil Indonesia yang juga tersendat memasuki pasa Tiongkok. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran sambut kedatangan rombongan dariTianjin Foreign Studies University, Republik Rakyat Tiongkok
23 October 2025 8:58 WIB
Wako Bukittinggi terima kunjungan Konjen Tiongkok, bahas kerjasama pariwisata dan ekonomi
22 October 2025 12:00 WIB
Rinaldy Yunardi angkat motif perhiasan hasil akulturasi budaya Tiongkok
17 February 2025 19:54 WIB, 2025
Imigrasi Agam serahkan Tersangka warga Tiongkok ke Kejari Pasaman Barat
13 July 2023 11:05 WIB, 2023
Imigrasi Agam amankan delapan warga Tiongkok ilegal, satu ditetapkan tersangka
26 May 2023 12:34 WIB, 2023
Perekonomian Tiongkok dibuka, IMF naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global jadi 2,9 persen
31 January 2023 10:57 WIB, 2023
IHSG awal pekan diproyeksikan melemah di tengah penantian data ekonomi Tiongkok
18 April 2022 10:52 WIB, 2022
Jawaban Luhut ketika Tesla menyatakan berniat kembali investasi di Indonesia
25 March 2022 6:17 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018