Logo Header Antaranews Sumbar

ITBHAS Bukittinggi dirikan Surau Al Hidayah di kampus baru

Senin, 11 Mei 2026 16:13 WIB
Image Print
Peletakan batu pertama pendirian Surau Al Hidayah di Kampus ITBHAS Bukittinggi. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITBHAS) Bukittinggi memulai pendirian Surau Al Hidayah yang berada di dalam lingkungan kampus baru di daerah Guguak Bulek, Senin (11/5).

Pendirian Surau Al Hidayah ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan bersama pewakaf, rektor, pejabat daerah setempat dan tokoh masyarakat.

"Insya Allah dalam waktu lima hingga enam bulan Surau Al Hidayah sudah bisa digunakan nantinya yang dimanfaatkan dengan maksimal terutama untuk mahasiswa dalam pembinaan karakter, sholat berjamaah dan aktivitas kurikulum agama," kata Rektor ITBHAS, Assoc. Prof. Dr. Yulihasri.

Ia mengatakan Surau Al Hidayah yang direncanakan berukuran 7,5 meter lebar dan panjang lebih dari 15 meter. Dibangun melalui bantuan pewakaf dari keluarga Hj. Asweti.

"Alhamdulillah dan terimakasih kepada pewakaf. Dalam hal ini tentu niat ikhlas tadi untuk kemaslahatan umat, terutama civitas akademika. Tapi tentu seperti fungsinya, surau itu tempat ibadah, terbuka untuk umum," kata dia.

Menurutnya, keberadaan Surau di dalam lingkungan kampus sangat penting untuk memperkuat karakter keagamaan sebagaimana yang diusung Haji Agus Salim di masa lalu.

"Bahwa surau itu adalah pancaran aura kampus itu. Kampus yang memiliki surau yang katakanlah tempat ibadah, tempat aktivitas mahasiswa itu sangat berkaitan dengan kualitas karakter," katanya.

Sementara itu pihak pengelola dan pendiri ITBHAS dari Yayasan Indonesia Raya, Endang Irzal menegaskan pembangunan Surau Al Hidayah dilatarbelakangi perjuangan Haji Agus Salim.

"Pemikiran beliau adalah bagaimana mendidik manusia seutuhnya yang berkarakter dan beradab. Tentu agama harus kuat, tidak cukup pintar saja. Itulah tugas utama kami di sini, membangun hal tersebut sehingga pemikiran para pendahulu bapak bangsa dapat kita wujudkan," kata Endang.

Ia berharap pindah ke kampus baru ini akan menambah jumlah mahasiswa ITBHAS yang saat berjumlah sekitar 700 orang dan ditargetkan menampung 3.000 mahasiswa.

"Fungsi Surau Al-Hidayah merupakan bagian dari pendidikan seutuhnya, yaitu pendidikan karakter bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin. Nantinya akan ada pengajian-pengajian di surau untuk memperkuat integritas mahasiswa," katanya.

Ia menambahkan Surau Al Hidayah bersifat inklusif, bukan eksklusif. Siapa pun yang ingin sholat atau membangun karakter sebagai anak bangsa dipersilakan menggunakan fasilitas.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026