Padang Panjang, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) membentuk tim pemeriksa hewan Qurban yang akan diturunkan beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah. "Saat ini kita sudah membentuk delapan tim pemeriksaan hewan qurban. Masing-masing tim beranggotakan empat - lima orang, dengan wilayah tugas dua kelurahan satu tim," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Padang Panjang Nasrul, Selasa. Dijelaskannya, pemeriksaan hewan sangat penting sebelum disemblih pada Hari Raya Idul Adha mendatang sebagai bentuk langkah prevenif, sehingga sudah bisa dipastikan hewan tersebut layak dikonsumsi masyarakat. "Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, jika hewan qurban tersebut tidak diperiksa kesehatannya, karena saat ini penyakit hewan relatif banyak ditemui," katanya. Ia mengatakan, dari delapan tim pemeriksa kesehatan hewan tersebut, Dinas pertanian hanya menempatkan satu - dua orang medis, dan selebihnya anggota, untuk melancarkan pemeriksaan. Tim kata dia, akan melakukan pemeriksaan ke lokasi pemotongan sapi kurban di setiap masjid dan mushallah, beberapa hari menjelang hari H pemotongan. Dia mengatakan, sebagian besar masyarakat Kota Padang Panjang, mendatangkan sapi kurban dari luar daerah, karena ketersediaan sapi di daerah itu sedikit. "Ada sekitar 90 persen masyarakat Padang Panjang mendatangkan sapi kurban dari luar daerah, seperti Kabupaten Padangpariaman, Solok, Payakumbuh dan Tanah Datar," katanya. Kurangnya stok sapi untuk kurban di Padang Panjang disebabkan masyarakat di bumi "Serambi Mekah" itu banyak yang memelihara sapi perah. "Selain itu, masyarakat di sini juga jarang yang memelihara sapi betina, sehingga pertumbuhan populasi ternak sapi di Kota Padang Panjang tidak signifikan," katanya. Selain masyarakat dominan memelihara sapi jantan, lahan untuk beternak juga menjadi kendala mengingat luas lahan di Kota Padang Panjang itu terbatas. Sementara untuk mendapatkan sapi dari luar daerah, masyarakat atau panitia kurban hanya menghubungi "tauke" (pedagang sapi), tanpa harus membeli langsung ke pemilik sapi. Masyarakat Kota Padang Panjang Resmon berharap tim pemeriksaan hewan kurban tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga hewan yang akan dikonsumsi masyarakat tersebut bisa terhindar dari berbagai penyakit. (**/ben)