Pengacara: Pemimpin Oposisi DR Kongo Dijatuhi Hukuman
Jumat, 12 September 2014 7:18 WIB
Kinshasa, (Antara/AFP) - Seorang anggota senior parlemen oposisi di Republik Demokratik Kongo Kamis dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menghina presiden dan pemerintah negara itu, kata salah satu pengacaranya.
"Mahkamah Agung Kamis malam menghukum Jean-Bertrand Ewanga satu
tahun secara pribadi karena menyinggung kepala negara, anggota pemerintah dan parlemen," kata Richard Mpinda, yang menyebut persidangan itu sebagai "parodi keadilan".
Ewanga, sekretaris jenderal Partai Persatuan untuk Bangsa Kongo (UNC), ditangkap pada 5 Agustus di rumahnya di Kinshasa, sehari setelah aksi unjuk rasa menentang perpanjangan masa jabatan presiden.
Ribuan orang telah berdemonstrasi di ibu kota untuk memprotes kecurigaan bahwa para penguasa negara Afrika tengah yang luas itu berniat untuk mengubah konstitusi, yang memungkinkan Presiden Joseph Kabila tetap berkuasa melampaui 2016, ketika ia akan mundur setelah dua periode lima tahunan dia terpilih.
Selama demonstrasi, Ewanga telah menyatakan bahwa "bagi kita, dia (Kabila) harus pergi" pada 2016, ketika pemilihan presiden jatuh tempo. "Kami mengatakan Tidak untuk perubahan atas konstitusi."
Ewanga dituduh menghasut kebencian, kesukuan dan penghinaan terhadap magistrature tertinggi, menurut sumber-sumber penuntutan.
Kabila, seorang prajurit muda, pertama kali masuk ke pemerintahan pada tahun 2001 dengan para politisi Kinshasa setelah pembunuhan ayah pemberontak yang kemudian berubah menjadi presiden Laurent-Desire Kabila oleh seorang pengawalnya selama masa perang.
Satu misi besar PBB membantu mengakhiri konflik dan pada tahun 2006 memainkan bagian utama dalam mengorganisir pemilu demokratis pertama di bekas Zaire, yang yang luas dan dinyatakan bebas dan adil.
Lima tahun kemudian, bagaimanapun, pemilihan baru terjadi dengan keadaan sangat berbeda dan memicu pecahnya kekerasan serius karena oposisi berteriak terjadi penipuan besar-besaran. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir : Pramuka adalah wadah pembinaan untuk pemimpin masa depan
07 October 2025 16:17 WIB
Musda VI, PKS Bukittinggi perkuat kader calon pelayan dan pemimpin masyarakat
06 September 2025 15:29 WIB
Indonesia dinilai tetap dihormati sebagai pemimpin tradisional di ASEAN
28 January 2025 22:01 WIB, 2025
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018