Amano: Tindakan IAEA Dilaksanakan Oleh Iran
Selasa, 19 Agustus 2014 8:35 WIB
Wina, (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano pada Senin (18/8) mengatakan Iran telah mulai melaksanakan tindakan yang bertujuan menyelesaikan masalah seputar rencana nuklir Teheran.
Ketika berbicara di bandar udara Wina setelah kunjungannya ke Iran, Amano memberitahu wartawan bahwa dari kelima langkah praktis dalam kerangka kerja sama, pekerjaan telah dimulai pada dua masalah yang berkaitan dengan kemungkin dimensi militer (PMD) dalam program nuklir Teheran --yang dijadwalkan dibawa paling lambat sampai tenggat 25 Agustus.
"Kami telah memulai, itu penting. Saya mengharapkan kemajuan akan dicapai selama satu pekan ke depan," ia menambahkan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.
Kedua masalah tersebut melibatkan dugaan mengenai dimulainya peledak berkekuatan tinggi, termasuk pelaksanaan percobaan peledakan kekuata tinggi pada skala besar di Iran.
Selama kunjungannya, Amano mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior Iran termasuk Presiden Hassan Rouhani.
Amano mengatakan kunjungannya ke Iran "bermanfaat", dan menekankan bahwa ia gembira saat mendengar komitmen tegas dari Iran untuk menyelesaikan semua masalah masa lalu dan saat ini melalui dialog dan kerja sama dengan IAEA.
Sejak Presiden moderat Rouhani memangku jabatan pada Agustus 2013, banyak pengulas mengatakan Iran telah memperlihatkan keinginan yang meningkat untuk sepenuhnya bekerjasama dengan IAEA.
Pembicaraan nuklir sejak itu telah membuat kemajuan di dua jalur, antara Iran dan kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta IAEA.
Berdasarkan kerangka kerja sama antara Iran dan IAEA yang ditandatangani pada November lalu, Iran pada Mei mulai menyelesaikan masalah PMD dengan memberi IAEA informasi mengenai alasan bagi pengembangan detonator "exploding bridge wire" (EBW).
detonator itu dapat digunakan untuk meledakkan bahan peledak atom dan juga dapat diterapkan untuk tujuan sipil.
Lembaga tersebut menyatakan telah menerima penjelasan lebih jauh mengenai EBW dari Iran dan kini sedang menilai informasi itu.
"Lembaga ini akan perlu mempertimbangkan semua masalah masa lalu, termasuK EBW dan penilaian sistem secara keseluruhan," kata kepala pengawas nuklir PBB tersebut di Teheran pekan lalu. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018