UU Desa "Memaksa" Pemerintah Bantu Secara Langsung
Sabtu, 16 Agustus 2014 10:44 WIB
Jakarta, (Antara) - Anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu mengatakan, UU Desa yang telah disahkan pemerintah memiliki nilai positif antara lain "memaksa" pemerintah membantu secara langsung menangani persoalan desa.
"UU itu akan memaksa pemerintah membantu desa secara langsung," kata Khatibul Umam Wiranu dalam rilis MPR yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia memaparkan, sebelum adanya UU itu, anggaran yang turun ke desa dinilai sangat minim seperti ada yang hanya mendapat sekitar Rp80-90 juta per tahun.
Uang sebesar itu, ujar dia, tentu tidak cukup untuk membangun desa sehingga dengan UU Desa, pemerintah pusat akan mentransfer dana langsung ke pemerintah kabupaten/kota untuk membiayai pembangunan desa.
Meski demikian, lanjutnya, dana yang turun itu bukan datang begitu namun harus ada musyawarah tentang apa yang perlu dibangun. "Setelah itu dana baru dikucurkan namun semua harus mengawasi," katanya.
Khatibul mengingatkan, dana yang diberikan pemerintah ke desa tidaklah sama satu desa dengan desa yang lain, bisa Rp1 miliar atau bisa lebih atau kurang dari nilai itu.
Sedangkan bila dirata-rata satu desa diberi Rp1 miliar, maka pemerintah pusat menganggarkan Rp76 triliun dalam setahun. "Dana itu terlalu kecil jika dibandingkan untuk subsidi BBM," paparnya.
Ia memaparkan, dana yang dikucurkan tergantung dari luas desa, jumlah penduduk, dan tingkat kesulitan.
Pemerintah melalui RAPBN 2015 mengusulkan kucuran Dana Desa senilai Rp9,1 triliun sesuai amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pemerintah tentang RAPBN 2015 beserta nota keuangannya di depan rapat paripurna DPR RI di Senayan Jakarta, Jumat (15/8), tahun 2015 sebagai tahun pertama pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan sekaligus konsekuensi atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, selain dana transfer ke daerah, kepada daerah juga akan dialokasikan Dana Desa melalui realokasi anggaran belanja pusat yang berbasis desa.
Selanjutnya, untuk pemenuhan Dana Desa sebesar 10 persen dari dan di luar anggaran transfer ke daerah akan dilakukan secara bertahap. Dalam RAPBN tahun 2015, alokasi anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa direncanakan mencapai Rp640 triliun, yang berarti naik Rp43,5 triliun atau 7,3 persen dari alokasi anggaran transfer ke daerah tahun 2014. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
OVOP Dharmasraya diluncurkan, dorong produk unggulan desa dan daya saing UMKM
20 January 2026 13:35 WIB
Pembangunan Huntara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak Agam segera rampung (Video)
18 January 2026 13:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018