Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - sedikitnya 12 orang tewas dan banyak orang lagi cedera pada Ahad (3/8), ketika gerilyawan menghujani Ibu Kota Suriah, Damaskus, dengan bom mortir, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA. Delapan orang tewas di Dwaila, pinggiran Damaskus, sementara empat orang lagi tewas di kabupaten lain di ibu negeri itu --termasuk Shagur, Tabbaleh dan Busn Ad-Dur, kata SANA. Sejumlah orang Suriah juga cedera ketika bom mortir mendarat di pusat Kota Damaskus, terutama di Bundaran Umayyah, Hotel Sheraton dan Permukiman Mazzeh. Selain bom mortir, pegiat pro-pemerintah mengatakan gerilyawan, untuk pertama kali, menembakkan roket Katyusha ke Ibu Kota Suriah. Sementara itu, SANA menyatakan dua lagi warga sipil tewas di Aleppo, selama serangan serupa terhadap kabupaten pro-pemerintah di kota bergejolak tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. SANA juga melaporkan bentrokan antara tentara pemerintah dan gerilyawan bersenjata di pinggiran timur Damaskus. Ditambahkannya, militer Suriah menewaskan banyak gerilyawan, dan dilaporkan menewaskan sebanyak 15 gerilyawan bersenjata pada Ahad di Provinsi Idlib, Suriah Utara, selama bentrokan di Wilayah Pegunungan Jisr Ash-Shghour. Di pihak oposisi, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --yang berpusat di Inggris-- menyatakan 34 orang tewas dalam serangan udara Pemerintah Suriah terhadap daerah yang dikuasai gerilyawan di pinggiran timur Damaskus. Stasiun TV pan-Arab Al-Mayadeen menyatakan Angkatan Udara dan artileri Suriah mendukung pasukan Lebanon selama pertempuran antara kelompok fanatik dan militer Lebanon di Kota Ersal di perbatasan Lebanon. Pasukan Suriah, katanya, membom posisi gerilyawan di Ersal. Serangan gerilyawan fanatik di Lebanon tersebut adalah tanya nyata mengenai merembesnya dampak krisis Suriah, yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan membuat jutaan orang lagi meninggalkan tempat tinggal mereka. (*/sun)