PBB Minta Akses Tanpa Halangan ke Korban Konflik di Irak
Jumat, 1 Agustus 2014 13:50 WIB
PBB, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang utusan senior PBB di Irak, Kamis (31/7), menyampaikan keprihatinan mengenai ketidak-amanan yang meningkat di negara yang dirongrong krisis tersebut, dan mendesak diberikannya akses kemanusiaan tanpa halangan ke warga sipil yang jadi korban konflik.
"PBB telah menyampaikan keprihatinan mengenai peningkatan kerusuhan dan ketidak-stabilan di seluruh Irak dan dampaknya pada kehidupan warga sipil," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.
Dujarric mengutip Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Irak Jacqueline Badcock --yang mengatakan, "Akses kemanusiaan segera, aman dan tanpa hambatan sekarang sangat diperlukan untuk mengirim bantuan penyelamat nyawa dan memulihkan layanan dasar buat masyarakat yang terpengaruh oleh konflik tersebut."
Badcock juga adalah Wakil Urusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon buat Irak.
Menurut juru bicara PBB itu, lebih dari setengah juta orang di Irak telah kehilangan tempat tinggal sejak Juni, sehingga seluruh jumlah mereka tahun ini jadi 1,4 juta orang, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta Jumat siang. Sejak awal 2014, sebanyak 5.500 orang telah tewas, termasuk hampir 900 orang pada Juli saja.
Banyak warga sipil yang kehilangan tempat tinggal telah meninggalkan daerah yang dikuasai Suku Kurdi di Irak Selatan, sementara yang lain masih terjebak di daerah konflik aktif, dan memerlukan bantuan kemanusiaan darurat.
"Ibu Badcock mengatakan bahwa dalam banyak kesempatan, layanan dasar masyarakat, termasuk instalasi kesehatan, pasokan air dan pembangkit listrik telah menjadi sasaran, sehingga menambah parah situasi kemanusiaan dan akses ke rakyat yang memerlukan bantuan," kata Dujarric.
Irak telah menyaksikan sebagian kerusuhan paling buruknya selama bertahun-tahun. Lebih dari sebulan lalu, gerilyawan bersenjata, yang dipelopori oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL), melancarkan serangan mengejutkan terhadap pasukan keamanan Irak. Kelompok tersebut merebut banyak wilayah di bagian barat dan utara negeri itu.
Pada Rabu (30/7) PBB menekankan rombongan bantuan lintas-perbatasan ke Suriah dari Turki dan Jordan kini mempertimbangkan rencana untuk mengirim bantuan dari Irak, kata seorang pejabat bantuan badan dunia itu.
Koordinator bantuan kemanusiaan PBB Valerie Amos, mengatakan, "Mengingat situasi yang mudah berubah di dekat perbatasan Irak, kami akan mengkaji kapan kami dapat mulai menggunakan titik penyeberangan Al-Yarubiyah." (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018