KNTI: Pemerintah Mendatang Hadapi Tiga Tantangan Kelautan
Jumat, 18 Juli 2014 7:21 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M Rizal Damanik mengatakan pemerintahan Indonesia yang baru akan mengahadapi setidaknya tiga tantangan kelautan.
"Pertama adalah tantangan untuk melakukan koordinasi anggaran APBN untuk kelautan dengan memikirkan kesejahteraan nelayan maupun kedaulatan ekonomi kelautan," ujar Rizal dalam diskusi dialog kebangsaan Kelautan Pasca Pilpres di Jakarta, Kamis (17/7).
Menurut Riza, program-program perikanan dan kelautan yang sudah ada tidak berjalan sebagaimana mustinya karena terhalang oleh kepentingan politik praktis.
"Program penyelenggaraan seribu kapal Inka Mina berbobot kurang dari 30 GT itu salah sasaran, minapolitan jalan di tempat, impor ikan masih terus meningkat, revitalisasi tambak pantura tidak menunjukkan hasil," papar Rizal.
Sementara itu, tantangan ke dua berupa sektoralisme pengelolaan sumber daya alam dinyatakan Rizal menjadi penyebab kerugikan di sektor kelautan dan perikanan yang baru mendapat perhatian. Secara sistematik peran dan fungsi sektor kelautan hanya dihitung pada besaran kontribusi ekonomi dan luas daratan sebagai indikator mobilisasi sumber daya negara.
"Ini yang jadi penyebab kesejahteraan nelayan, petambak, dan masyarakat pesisir pada umumnya belum menjadi perhatian," ujar Rizal.
Ia juga menejelaskan bahwa tantangan yang terakhir adalah masih lemahnya partisipasi organisasi nelayan, petambak, dan masyarakat pesisir pada umumnya dalam penyusunan kebijakan publik.
"Akhirnya produk kebijakan publik lebih menjadi ancaman daripada peluang untuk melindungi kepentingan keselamatan nelayan maupun sumber daya alam kepulauan Indonesia," pungkas Riza. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi
13 February 2026 18:22 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
WFA Lebaran 2026 Ditetapkan, Pemerintah Imbau Perusahaan Tak Pangkas Cuti Karyawan
12 February 2026 16:03 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018