AS Ingatkan akan Pulangkan Anak-anak Imigran Gelap
Selasa, 24 Juni 2014 9:02 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Pihak berwenang di Amerika Serikat menekankan bahwa ribuan imigran di bawah umur yang berbondong-bondong masuk ke AS, kebanyakan dari wilayah kekerasan di Amerika Tengah, terancam dipulangkan.
"Sementara sebagian sedang meminta suaka, saya ingin menegaskan bahwa suaka sangat sulit diperoleh, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan suaka di AS," kata Esther Olivarria, seorang penasehat untuk Menteri Keamanan Kampung halaman, Jeh Johnson, Senin.
Pihak berwenang AS mengatakan telah menahan 47.000 anak-anak yang mencoba memasuki AS tanpa ditemani orang dewasa dalam delapan bulan hingga Mei 2014.
Jumlah tersebut hampir mencapai dua kali lipat jumlah anak-anak yang ditahan dalam 12 bulan hingga September 2013.
Sebagian anak-anak itu masuk ke AS untuk meminta suaka dan yang lainnya mengunjungi kerabatnya yang sudah tinggal di AS dan mengajukan petisi untuk tetap tinggal.
Para ibu yang bepergian bersama anak-anaknya juga meningkat, kata petugas.
Para penyelundup manusia menyebar kabar burung yang mengatakan bahwa izin tinggal sementara di AS mungkin bisa diberikan kepada anak-anak, sehingga usaha mereka menjadi membesar.
Namun Johnson sendiri menulis editorial panjang dalam media berbahasa Spanyol di AS, akhir pekan kemarin, yang menegaskan bahwa AS tidak akan memberikan izin tinggal bagi anak-anak yang masuk secara tidak sah.
"Kepada para orangtua dari anak-anak ini, saya ada pesan sederhana : mengirim anak-anak Anda menuju AS secara gelap bukan jalan keluar," kata Johnson.
"Di tangan para penyelundup, banyak anak-anak yang mendapat pengalaman traumatis dan mengalami kekerasan kejiwaan selama perjalanan, atau lebih parah lagi mengalami penganiayaan dan kekerasan seksual termasuk diperdagangkan."
"Bila anak-anak ini tertangkap di perbatasan tanpa membawa surat-surat perjalanan, mereka akan ditahan dan dituntut melanggar undang-undang keimigrasian AS dan akan dipulangkan -- keadaan yang tidak diinginkan oleh semua pihak," Johnson menegaskan.
Wakil Presiden Joe Biden yang mengunjungi Guatemala, Jumat mengatakan, anak-anak migran dari Amerika Tengah meninggalkan negaranya karena kemiskinan, kejahatan dan kegagalan sistem hukum.
Presiden Guatemala, Otto Perez menyalahkan AS karena gagal membenahi kebijakan keimigrasian dan menyediakan kewarganegaraan bagi 12 juta pendatang yang sudah berada di negara tersebut.
Peningkatan arus pendatang gelap ini merupakan "masalah kemanusiaan yang besar ... dan merupakan persoalan bersama bagi AS, Meksiko dan seluruh kawasan," kata Biden. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamen Ossy ingatkan pemutakhiran data digital merupakan pekerjaan rumah bersama
04 February 2026 10:12 WIB
Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN ingatkan capaian kinerja tak sekadar angka
14 January 2026 17:54 WIB
31 Personel Polres Padang Panjang naik pangkat, Kapolres ingatkan tanggung jawab dan profesionalisme
01 January 2026 12:24 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018