Ketua DPRD: Ancaman Kamtibmas Cukup Kompleks
Minggu, 9 Desember 2012 5:16 WIB
Padang, (ANTARA) - Ketua DPRD Sumatera Barat Yultekhnil menilai bentuk ancaman terhadap ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan informasi semakin kompleks.
Perkembangan itu sangat mempengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multidimensional baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri, katanya di Padang, Sabtu.
Hal itu disampaikan pada rapat fasilitasi pimpinan daerah se-Sumbar yang dihadiri bupati dan wali kota serta unsur penegak hukum dan elemen lainnya yang berlangsung 6-8 Desember 2012.
Menurut dia, kamtibmas merupakan salah satu prasyarat untuk terlaksananya pembangunan daerah dan pergerakan roda perekonomian masyarakat.
Tanpa adanya kamtibmas yang terkendali, maka proses pembangunan daerah tidak akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.
Ia mengatakan, dalam kehidupan bernegara pertahanan keamanan yang diwujudkan dalam suasana yang tenteram dan tertib merupakan faktor yang sangat hakiki.
Jika tidak mampu mempertahankan diri terhadap ancaman, maka suatu negara tidak akan dapat mempertahankan keberadaannya.
Pembelaan negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya pertahanan bangsa merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap warga.
"Oleh karena itu tidak seorang pun warga negara boleh dihindarkan dari kewajiban ikut serta dalam pembelaan negara, kecuali ditentukan oleh undang-undang," katanya.
Saat ini, kata dia, berbagai daerah masih menyimpan potensi konflik karena kriminilitas belum ditangani secara optimal. Kriminalitas merupakan ancaman nyata bagi terciptanya masyarakat yang aman, tenteram dan damai, terbukti selama periode 2002-2012 indeks kriminilitas cenderung menunjukkan peningkatan yang signifikan.
"Kondisi itu apabila tidak ditangani dengan komprehensif dapat berdampak pada terganggungnya kondisi kamtibmas di daerah," ujarnya.
Menurut dia, tingginya ancaman terhadap kamtibmas harus menjadi perhatian bersama. "Dibutuhkan sinegitas dalam penyelesaian masalah-masalah yang akan berpotensi menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat," ujarnya. (*/sir/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Air dalam sinkhole di Limapuluh Kota semakin meluap, DPRD minta BPBD surati Kementerian ESDM
05 January 2026 12:19 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018