PBB: Kekerasan Mali Terlantarkan Hampir 18.000 Orang di Kidal
Jumat, 20 Juni 2014 9:52 WIB
PBB. AS, (Antara/AFP) - Satu lonjakan kekerasan di
wilayah Mali utara Kidal telah memaksa 17.400 orang meninggalkan rumah mereka, merusak kemajuan yang terbatas dalam stabilitas, kata direktur operasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa, Kamis.
Secara total, 135.000 warga Mali telah melarikan diri ke negara tetangga dan 151.000 mengungsi di dalam negeri, kata John Ging di New York setelah baru-baru ini mengunjungi tiga hari ke negara itu.
Angka-angka yang lebih rendah dari puncak krisis Juni 2013, namun
Ging mengatakan, putaran terakhir kekerasan "merusak" kepercayaan sebelumnya terhadao orang-orang yang kembali ke rumah.
Kidal melihat kebangkitan pertempuran pada pertengahan Mei antara angkatan Mali dan kelompok-kelompok bersenjata, sebagian besar terdiri pemberontak Tuareg, tetapi juga menampilkan para pejuang Arab.
"Sampai ada terobosan politik, situasi kemanusiaan akan
terus memburuk," kata Ging.
Krisis kemanusiaan menderita kekurangan dana, dengan hanya di bawah seperempat dari jumlah yang diperlukan 568 juta dolar AS, dan dengan pendidikan, air serta sanitasi paling buruk didanai, kata Ging.
"Situasi ini sangat rapuh, tetapi situasi itu dapat distabilkan,
situasinya suram tetapi tidak sia-sia," tambahnya.
Sekitar 1,5 juta warga Mali membutuhkan bantuan pangan, termasuk 500.000 anak di bawah lima tahun yang beresiko kekurangan gizi, kata PBB menjelaskan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB
Polres Pasaman Barat tingkatkan edukasi cegah kekerasan perempuan dan anak
14 November 2025 18:10 WIB
DPMPPA Kota Solok Gelar Sosialisasi Peningkatan Peran Satgas PPA dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan
29 September 2025 13:52 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018