London, (Antara/AFP) - Pemerintah Inggris Kamis melarang kelompok gerilyawan ISIL yang saat ini mengamuk melalui Irak utara, dan menambahkannya ke daftar organisasi terlarang bersama dengan empat kelompok lain terkait dengan konflik Suriah. Menteri Keamanan James Brokenshire mengatakan kepada anggota parlemen, bahwa terorisme terkait perang sipil di Suriah "akan menimbulkan ancaman bagi Inggris mendatang yang tak dapat diduga masa depan", dan mengatakan melarang kelompok itu mengirimkan "pesan kuat". Sekarang, pelanggaran di Inggris mengundang dukungan untuk Negara Negara Irak dan Levant (ISIL) dan empat kelompok terlarang lainnya, atau bahkan untuk mengenakan pakaian atau membawa barang-barang di depan umum menunjukkan dukungan. Setelah menguasai Suriah, di mana ia adalah salah satu dari banyak kelompok berjuang Rezim Presiden Bashar al-Assad, ISIL memimpin serangan yang memiliki merebut kota terbesar kedua Irak Mosul dan balutan wilayah utara Baghdad. "Hari ini Inggris melarang organisasi teroris yang mendukung rezim Bashar, yang berjuang melawan itu, dan orang-orang dengan ambisi luar Suriah yang telah mengambil keuntungan dari runtuhnya keamanan dan penegakan hukum," kata Brokenshire. Dia menambahkan: "Suriah adalah tujuan nomor satu bagi para pelaku jihad di mana saja di dunia. Larangan mengirimkan pesan kuat bahwa kegiatan teroris tidak ditoleransi di mana pun hal itu terjadi. " Perdana Menteri David Cameron khawatir bahwa warga Inggris bergabung dalam pertempuran di Irak dan Suriah menimbulkan ancaman bagi keamanan Inggris. Ia menegaskan "segala sesuatu yang bisa dilakukan sedang dilakukan" untuk menghentikan warga Inggris radikal ke Irak dan Suriah, di tengah kekhawatiran 450 orang yang telah ditangkap bergabung dengan peringkat ekstrimis Islam kelompok militan. Polisi telah melakukan 65 penangkapan terkait Suriah sejak Januari 2013, kata Cameron, sementara 14 orang memiliki paspor mereka disita pada tahun ke Maret. "sejumlah besar" dari mereka yang berkaitan dengan Suriah. "Pekerjaan intelijen keamanan dan layanan kepolisian sangat banyak sekarang dan sedang fokus ke daerah ini dan telah selama beberapa waktu, " katanya setelah pembicaraan dengan kepala NATO Anders Fogh Rasmussen. "Kami akan terus mengambil semua dan setiap langkah yang kami bisa untuk menghentikan orang-orang bepergian ke Suriah untuk mencegah mereka datang kembali jika mereka telah radikal dan untuk menjaga negara aman. " Empat kelompok lainnya dilarang pada Kamis termasuk Abdallah Azzam Brigade, kelompok Lebanon yang setia kepada Al-Qaida, dan Front Populer jauh-kiri untuk Pembebasan Palestina, yang mendukung rezim Suriah. (*/sun)