Pemkot Pariaman larang warga rayakan malam pergantian tahun

id Pemkot Pariaman,Pariaman, Sumatera Barat,Yota Balad

Pemkot Pariaman larang warga rayakan malam pergantian tahun

Wako Pariaman, Sumbar, Yota Balad. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melarang warganya merayakan malam pergantian tahun dari 2025 ke 2026 yang bersifat hura-hura mengingat banyaknya bencana yang menerpa provinsi itu bahkan menimbulkan korban jiwa.

"Imbauan telah kami keluarkan, kami juga meminta pemerintah desa dan kelurahan menyosialisasikannya kepada warga," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan warga boleh melakukan aktivitas di kafe, objek wisata, atau di pusat-pusat keramaian lainnya untuk sekadar duduk namun tidak diperbolehkan untuk membuat kegiatan hiburan karena dapat mengganggu ketertiban umum, apalagi melepas kembang api, dan meminum minuman beralkohol.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemkot Pariaman bersama forum komunikasi pimpinan daerah setempat hanya memperbolehkan warga berkumpul di kafe, objek wisata, dan pusat keramaian keramaian lainnya sebelum pukul 23.00 WIB.

"Jika lewat dari itu akan kami bubarkan," katanya.

Ia menyarankan warga untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan positif secara sederhana yang dapat bermanfaat mulai dari doa bersama, refleksi diri serta meningkatkan kebersamaan keluarga.

Ia menjelaskan imbauan untuk tidak merayakan malam pergantian tahun yang bersifat hura-hura tersebut diterapkan mengingat banyaknya korban bencana alam yang tidak saja terjadi di sejumlah kabupaten dan kota lainnya Sumbar namun juga Sumatera Utara, dan Aceh.

Diketahui Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi dari 21 hingga 28 November. Setidaknya Pemkot Pariaman merilis daerah itu mengalami banjir di 121 lokasi, longsor enam lokasi, dan puluhan pohon tumbang.

Akibat cuaca ekstrem tersebut lima ruas jalan amblas, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah rusak, dinding penahan di sejumlah aliran sungai di Pariaman juga rusak akibat dihantam banjir. Puluhan hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah juga terendam banjir.

58 unit rumah warga Pariaman statusnya menjadi tidak layak huni sehingga penghuninya harus diungsikan guna mengantisipasi kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan jatuhnya korban.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.