Banyumas, (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengharapkan impor daging sapi sebesar 80 ribu ton direalisasikan lebih dulu, sebelum minta penambahan kuota. "Sebenarnya sehari-dua hari yang lalu ada 'statement' dari Menteri Perdagangan untuk menambah impor sampai 100 ribu ton," katanya di Banyumas, Sabtu. Wamentan mengatakan hal itu kepada wartawan usai peluncuran empat pejantan unggul sapi perah Indonesia di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Baturraden, Kabupaten Banyumas. Keempat pejantan unggul sapi perah yang diluncurkan, yakni "Fokker", "Flaunt", "Florean", serta "Hostormsy" dan masih berada di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur, serta BBIB Lembang, Bandung, Jawa Barat, agar bisa berkontribusi menghasilkan semen (air mani ternak, red.) beku. Lebih lanjut, Rusman mengatakan, dalam rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian telah ada kesepakatan bahwa pada 2013 akan dilakukan impor daging sapi sebanyak 80 ribu ton. Menurut dia, Kementerian Pertanian (Kementan) tetap konsisten dengan kesepakatan impor daging sapi sebesar 80 ribu karena merupakan keputusan bersama. "Kalau ada wacana untuk menambah kuota impor, itu yang 80 ribu ton saya ingin mengatakan, itu memang bukan harga mati. Tetapi yang 80 ribu ini dulu diselesaikan. Ini belum juga dilegalisir yang 80 ribu, kok sudah ribut-ribut minta kuotanya ditambah," ucapnya. Dia mencontohkan, Kementan pada 2012 mematok porsi impor daging sapi sebesar 17,5 persen, tetapi akhirnya 18,5 persen karena melihat kenyataan bahwa industri pengolahan daging memerlukan tambahan. Menurut dia, impor daging sebesar 80 ribu ton itu belum final, sehingga Kementan akan melihatnya dulu. "Tetapi kalau belum apa-apa sudah ada desakan untuk menambah, itukan kurang enak," tukasnya. Rusman mengatakan, sebaiknya impor daging sebanyak 80 ribu ton itu berjalan dulu karena kalau ternyata mencukupi kebutuhan berarti tidak perlu menambah kuota. Menurut dia, 80 ribu ton itu untuk kuota 2013 dan perjalanannya masih satu tahun ke depan. "Tetapi jangan di awal-awal ini sudah ada desakan desakan untuk menambah kuota, yang 80 ribu saja belum kita realisasikan. Sikap kita bukan orang yang kaku, terus harga mati, kita mengevaluasi juga," kata Wamentan, menegaskan. Seperti diketahui, pada Kamis (6/12), Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan kuota impor daging sapi 2013 dimungkinkan lebih tinggi dari kuota yang telah disepakati hasil rapat kordinasi bersama di tingkat menteri. Hasil pembahasan bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebelumnya telah menyepakati bahwa kuota impor daging sapi tahun depan sebesar 80.000 ton yang naik dari kuota tahun ini yang hanya 34.000 ton. "Data yang kami dapatkan menunjukkan bahwa kuota impor daging sebanyak 80 ribu ton tersebut kemungkinan kurang," kata Gita di Jakarta, Kamis. Gita mengatakan bahwa kuota impor untuk 2013 mungkin perlu ditingkatkan, dan dari analisa data didapati kebutuhan kuota impor daging kurang lebih 100.000 sampai 105.000 ton. Menurut dia, perbedaan hitungan kuota yang ditetapkan dalam Rakor Menko Perekonomian dengan hasil kaji ulang di Kementerian Perdagangan, dimungkinkan karena adanya data-data baru yang masuk. "Kepentingan kita adalah untuk menjaga stabilitas harga, dan agar harga tidak terlalu tinggi, keduanya terkait dengan permintaan dan penyediaan," ujar Gita. (*/jno)