Mosul, Irak, (Antara/AFP) - Kelompok Jihad menyerbu kota kedua Irak, Mosul, dan serangkaian kota utara Sunni Arab, Selasa, dalam pukulan spektakuler terhadap pemerintah yang dipimpin Syiah yang Washington peringatkan mengancam seluruh kawasan. Perdana Menteri Nuri al-Maliki meminta parlemen untuk menyatakan keadaan darurat dan mengumumkan pemerintah akan mempersenjatai warga untuk melawan para pelaku jihad dan sekutu mereka. "Seluruh Provinsi Nineveh jatuh ke tangan gerilyawan," kata Ketua Parlemen Osama al-Nujaifi kepada wartawan di Baghdad, dan menambahkan orang-orang bersenjata kini sedang menuju Provinsi Salaheddin, tetangga selatan. Brigadir Jenderal Angkatan Bersenjata mengatakan kepada AFP, ratusan gerilyawan dari Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) melancarkan serangan besar pada pasukan keamanan Senin malam. Seorang pejabat kementerian dalam negeri Mosul mengatakan, tempat bentrokan mematikan Jumat dan Sabtu adalah "di luar kendali negara dan pada belas kasihan gerilyawan". Tentara dan polisi telah menanggalkan seragam mereka, melarikan diri, dan gerilyawan menggunakan pengeras suara untuk menyatakan mereka "datang guna membebaskan" kota berpenduduk sekitar dua juta orang itu. - Eksodus warga sipil - Seorang wartawan AFP, dirinya melarikan diri dengan keluarganya, mengatakan toko-toko ditutup, kantor-kantor polisi telah dibakar dan kendaraan pasukan keamanan juga telah dibakar atau ditinggalkan. Ratusan keluarga terlihat melarikan diri. Ada yang berjalan kaki, membawa apa mereka bisa, orang lain dalam kendaraan dengan barang-barang mereka menumpuk di atap. Di utara Kurdi, wartawan AFP yang lain mengatakan ribuan penduduk Mosul telah melarikan diri untuk keselamatan dari daerah otonom itu. Puluhan mobil dan truk antri di satu pos pemeriksaan Kurdi menunggu untuk diperbolehkan masuk. "Pasukan tentara membuang senjata mereka, mengganti pakaian mereka, meninggalkan kendaraan mereka dan meninggalkan kota," kata warga Mosul yang melarikan diri, Mahmud Nuri. "Kami tidak melihat siapa pun melepaskan tembakan". Para gerilyawan merebut markas pemerintah provinsi dan Operasi Komando Niniweh serta bandara, kata jenderal militer. Mereka juga membebaskan ratusan tahanan dari tiga penjara. Konsulat Turki di Mosul mengatakan pejuang ISIL telah menangkap 28 pengemudi truk Turki. Seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan Ankara berharap mereka akan dibebaskan setelah mereka selesai membongkar bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Maliki mengatakan kabinet telah memutuskan untuk mereorganisasi pasukan keamanan, senjata warga dan meminta parlemen untuk memberlakukan keadaan darurat. Ini telah "menciptakan sel krisis khusus untuk menindaklanjuti proses sukarela dan memperlengkapi dan mempersenjatai", kata Perdana Menteri. Televisi pemerintah mengatakan, parlemen telah menerima permintaan bersama dari Maliki dan kantor presiden untuk menyatakan keadaan darurat. Provinsi Nineveh Sunni, yang Mosul adalah ibu kota, lama menjadi kubu gerilyawan dan salah satu daerah yang paling berbahaya di Irak. ISIL, kelompok gerilyawan yang paling kuat di Irak, juga merupakan kekuatan kunci dalam pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad di negara tetangga Suriah. (*/sun)