Kelompok Jihad Rebut Kota Kedua Irak
Rabu, 11 Juni 2014 9:23 WIB
Mosul, Irak, (Antara/AFP) - Kelompok Jihad menyerbu kota kedua Irak, Mosul, dan serangkaian kota utara Sunni Arab, Selasa, dalam pukulan spektakuler terhadap pemerintah yang dipimpin Syiah yang Washington peringatkan mengancam seluruh kawasan.
Perdana Menteri Nuri al-Maliki meminta parlemen untuk menyatakan keadaan darurat dan mengumumkan pemerintah akan mempersenjatai warga untuk melawan para pelaku jihad dan sekutu mereka.
"Seluruh Provinsi Nineveh jatuh ke tangan gerilyawan," kata Ketua Parlemen Osama al-Nujaifi kepada wartawan di Baghdad, dan menambahkan orang-orang bersenjata kini sedang menuju Provinsi Salaheddin, tetangga selatan.
Brigadir Jenderal Angkatan Bersenjata mengatakan kepada AFP, ratusan gerilyawan dari Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) melancarkan serangan besar pada pasukan keamanan Senin malam.
Seorang pejabat kementerian dalam negeri Mosul mengatakan, tempat bentrokan mematikan Jumat dan Sabtu adalah "di luar kendali negara dan pada belas kasihan gerilyawan".
Tentara dan polisi telah menanggalkan seragam mereka, melarikan diri, dan gerilyawan menggunakan pengeras suara untuk menyatakan mereka "datang guna membebaskan" kota berpenduduk sekitar dua juta orang itu.
- Eksodus warga sipil -
Seorang wartawan AFP, dirinya melarikan diri dengan keluarganya, mengatakan toko-toko ditutup, kantor-kantor polisi telah dibakar dan kendaraan pasukan keamanan juga telah dibakar atau ditinggalkan.
Ratusan keluarga terlihat melarikan diri. Ada yang berjalan kaki, membawa apa mereka bisa, orang lain dalam kendaraan dengan barang-barang mereka menumpuk di atap.
Di utara Kurdi, wartawan AFP yang lain mengatakan ribuan penduduk Mosul telah melarikan diri untuk keselamatan dari daerah otonom itu.
Puluhan mobil dan truk antri di satu pos pemeriksaan Kurdi menunggu untuk diperbolehkan masuk.
"Pasukan tentara membuang senjata mereka, mengganti pakaian mereka, meninggalkan kendaraan mereka dan meninggalkan kota," kata warga Mosul yang melarikan diri, Mahmud Nuri.
"Kami tidak melihat siapa pun melepaskan tembakan".
Para gerilyawan merebut markas pemerintah provinsi dan Operasi Komando Niniweh serta bandara, kata jenderal militer.
Mereka juga membebaskan ratusan tahanan dari tiga penjara.
Konsulat Turki di Mosul mengatakan pejuang ISIL telah menangkap 28 pengemudi truk Turki.
Seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan Ankara berharap mereka akan dibebaskan setelah mereka selesai membongkar bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.
Maliki mengatakan kabinet telah memutuskan untuk mereorganisasi pasukan keamanan, senjata warga dan meminta parlemen untuk memberlakukan keadaan darurat.
Ini telah "menciptakan sel krisis khusus untuk menindaklanjuti proses sukarela dan memperlengkapi dan mempersenjatai", kata Perdana Menteri.
Televisi pemerintah mengatakan, parlemen telah menerima permintaan bersama dari Maliki dan kantor presiden untuk menyatakan keadaan darurat.
Provinsi Nineveh Sunni, yang Mosul adalah ibu kota, lama menjadi kubu gerilyawan dan salah satu daerah yang paling berbahaya di Irak.
ISIL, kelompok gerilyawan yang paling kuat di Irak, juga merupakan kekuatan kunci dalam pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad di negara tetangga Suriah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini penjelasan dokter tim PSS Sleman soal kondisi dua pemain asing mereka jelang hadapi Borneo
16 March 2023 6:42 WIB, 2023
Sebanyak 29 Santri MDTA Masjid Raya Jihad gelar khatam Al Quran di Pasaman
14 June 2021 16:39 WIB, 2021
Ketua DMI Sumbar: Menjadikan Bank Nagari jadi syariah merupakan jihad ekonomi
25 November 2020 15:30 WIB, 2020
ACT bagikan sembako di Masjid Jihad Perak dengan penerapan physical distancing
15 May 2020 0:05 WIB, 2020
Pengurus Masjid Jihad Perak Padang bagikan paket sembako pada mubalig dan kaum duafa terdampak COVID-19
18 April 2020 18:17 WIB, 2020
Polisi : Teroris Bogor target ledakkan bom di depan gedung KPU pada 22 Mei
18 May 2019 14:52 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018