Minggu, 23 April 2017 - 27 Rajab 1438 H

Wall Street Menguat Karena Ketegangan Geopolitik Berkurang

Wall Street. (Antara)
New York, (Antara Sumbar) - Saham-saham di Wall Street berakhir menguat pada Senin (Selasa pagi WIB), karena ketegangan geopolitik berkurang dan musim pelaporan laba perusahaan atau emiten mulai memanas.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 183,26 poin atau 0,90 persen menjadi ditutup pada 20.636,51 poin. Indeks S&P 500 bertambah 20,06 poin atau 0,86 persen menjadi berakhir di 2.349,01 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik 51,64 poin atau 0,89 persen menjadi 5.856,79 poin.

Sejumlah perusahaan-perusahaan terkemuka akan melaporkan hasil kuartalan mereka selama seminggu ini, dengan United Continental Holdings Inc. dan Netflix Inc. mengawali setelah bel penutupan Senin (17/4). Goldman Sachs, Bank of America dan eBay, antara lain, juga dijadwalkan akan melaporkan kinerja keuangannya dalam minggu ini.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama 2017 diperkirakan meningkat 10,4 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat 6,9 persen.

Sementara itu kegiatan bisnis meningkat pada kecepatan yang lebih rendah di Negara Bagian New York State, menurut perusahaan-perusahaan yang menanggapi Survei Manufaktur Negara Bagian New York (Empire State) April 2017. Indeks kondisi bisnis umum turun 11 poin menjadi 5,2.

Di sisi ekonomi, kepercayaan pengembang di pasar untuk rumah keluarga tunggal yang baru dibangun tetap solid pada April, hanya turun tiga poin ke level 68 pada Indeks Pasar Perumahan (HMI) National Association of Home Builders/Wells Fargo setelah mencapai angka luar biasa tinggi pada Maret.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada Financial Times pada Senin (17/4) bahwa Partai Republik dapat menyelesaikan reformasi pajak tanpa memasukkan pajak penyesuaian perbatasan.

Pasar saham AS tutup pada Jumat (14/4) untuk hari libur perayaan Jumat Agung. Pada Kamis (13/4), saham-saham AS mengurangi kenaikan awal menjadi berakhir lebih rendah setelah militer AS menjatuhkan bom non-nuklir terbesar di Afghanistan dengan target pasukan Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS). (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Hendra Agusta
          Pihak Palm Oil Agribusiness Stategic Policy Institute (PASPI) selaku lembaga kajian agrobisnis ...
Baca Juga