
Presiden Sudan Selatan-Pemimpin Pemberontak Bertemu di Ethiopia

Addis Ababa, (Antara/AFP/Xinhua) - Presiden Sudan Selatan dan kepala pemberontak di negara itu akan bertemu untuk pembicaraan langsung Jumat di Ethiopia dalam upaya membendung perang saudara yang brutal, kata para penengah dari blok negara-negara regional, Rabu. Para mediator dari negara-negara kelompok IGAD Afrika Timur mengatakan "pertemuan kritis akan membantu mengakhiri kekerasan dan pembunuhan di Sudan Selatan", dan bertindak sebagai langkah kunci menuju ditemukannya satu "solusi politik inklusif dan abadi untukkrisis," kata satu pernyataan yang dibacakan. Pemerintah Sudan Selatan dan oposisi, Senin menandatangani kesepakatan di Addis Ababa, Ethiopia, untuk memfasilitasi upaya kemanusiaan melalui dihentikannya permusuhan. Kesepakatan itu dicapai di bawah penengahan blok regional Lembaga Antar-Pemerintah mengenai Pembangunan (IGAD), setelah kedua pihak melanjutkan pembicaraan pada 28 April di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa. Nhial Deng Nhial, pemimpin delegasi pemerintah, dan Jen. Taban Deng, pemimpin delegasi oposisi ke pembicaraan perdamaian tersebut, menandatangani kesepakatan dan menyampaikan komitmen bagi proses itu. Taban Deng menyatakan kesepakatan tersebut adalah langkah ke arah tercapainya perdamaian yang langgeng. Pembicaraan perdamaian yang dipimpin IGAD dimulai di Addis Ababa pada awal Januari tetapi beberapa kali dibekukan akibat perbedaan tajam antara kedua pihak. Pertengkaran politik terjadi di negara termuda di dunia itu antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar, yang dipecat dari jabatan pada Juli 2013 dan belakangan dituduh berusaha melakukan kudeta. Ketegangan meningkat pada 15 Desember 2013 menjadi konflik penuh antara pasukan setia kepada masing-masing pihak. Sebanyak 800.000 orang telah terusir dari rumah mereka dan dua kali lipat dari jumlah tersebut sangat memerlukan bantuan kemanusiaan. Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) melaporkan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak di beberapa bagian Sudan Selatan pada akhir pekan lalu, kata seorang juru bicara PBB di Markas PBB, New York. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
