
Petugas Pos Pengamatan Ukur Deformasi Gunung Lokon

Tomohon, (Antara) - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api akan melakukan pengukuran deformasi Gunung Lokon, di Kakaskasen Tomohon, Sulawesi Utara. "Pengukuran ini untuk mengetahui apakah terjadi pembesaran tubuh gunung atau tidak. Ini yang ditugaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, selain pengukuran GPS," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Sabtu. Dia mengatakan, petugas merencanakan melakukan pengukuran secara manual mulai Senin (3/3) bila badan gunung tampak jelas dan tidak tertutup kabut. "Mudah-mudahan semuanya bisa rampung pada pekan depan sesuai dengan rencana, dan selanjutnya dilaporkan ke Badan Geologi Bandung untuk dievaluasi," katanya. Dia menambahkan, pengukuran deformasi dan GPS ada kemungkinan terkait dengan usulan penurunan status Gunung Lokon dari siaga level III ke waspada level II yang hingga kini masih dievaluasi Badan Geologi Bandung. "Sejak diusulkan diturunkan statusnya pada akhir tahun lalu, belum ada jawaban. Mungkin saja ada pertimbangan sehingga statusnya belum diturunkan. Apalagi beberapa gunung di Indonesia sempat bererupsi," katanya. Dia mengharapkan, warga tidak melakukan aktivitas di radius bahaya 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon sampai statusnya sudah diturunkan. "Radius bahaya hingga kini belum dicabut sehingga harus dipatuhi siapa saja, termasuk pendaki," katanya. Gunung Lokon bererupsi pada akhir Juli 2011, statusnya sempat dinaikkan ke awas level IV dan beberapa hari kemudian diturunkan ke waspada level III, status ini masih bertahan hingga sekarang ini meskipun terakhir meletus pada pertengahan September 2013 lalu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
