
Pasaman Barat Tempatkan Bidan di Jorong

Simpang Ampek, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Baratpada tahun 2014 akan menempatkan bidan di setiap jorong (dusun) untuk mendekatkan pelayanan sehingga warga yang hendak bersalin tidak selalu harus ke ibu kota kabupaten. Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R melalui Kepala Bagian Humas, Mujiman di Simpang Ampek, Minggu, "Itu artinya pelayanan akan didekatkan kemasyarakat sehingga warga hendak bersalin tidak perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit di Simpang Ampek yang membutuhkan waktu berjam-jam.". Ia mengatakan di Pasaman Barat terdapat 212 kejorongan. Bupati mengharapkan program itu mendapat dukungan dari semua pihak. Ia menyebutkan program penempatan bidan di kejorongan merupakan program strategis pada tahun 2014 dan sebagai salah satu bentuk perhatian meningkatkan derajat kesehatan terutama bagi para ibu dan anak. Menurutnya dengan adanya bidan di setiap kejorongan, maka penanganan ibu hamil sampai melahirkan akan lebih optimal. Kesehatan ibu dan anak menjadi fokus untuk program kesehatan kedepannya. "Jika kesehatan ibu dapat diperhatikan dengan baik maka kesehatan anak juga akan lebih baik. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke ibu kota kabupaten jika ingin pelayanan kesehatan," kata dia. Ia menjelaskan setelah kesehatan ibu dan anak diperhatikan maka pendidikan anak juga akan diperhatikan dengan membentuk pendidikan anak usia dini (PAUD) di setiap kejorongan. Dengan demikian maka anak akan memperoleh pendidikan sesuai dengan usianya. "Tenaga PAUD akan kita berdayakan sehingga anak bisa diperhatikan pertumbuhannya. Program kesehatan berlanjut dengan program pendidikan anak,"ujar dia. Setelah memasuki usia sekolah, kata dia, maka anak-anak disetiap kejorongan akan dibekali dengan ilmu agama. Sebab, Pemkab Pasaman Barat juga menempatkan da'i (penyuluh agama) disetiap kejorongan yang ada. Para da'i bertugan untuk memberikan pendidikan agama kepada masyarakat sehingga selain ilmu pendidikan formal, ilmu keagamaan juga diberikan. "Kita memberikan syarat kepada anak-anak yang ingin masuk sekolah harus pandai baca tulis Al Quran. Dengan demikian sejak kecil anak-anak harus sudah dibekali dengan ilmu keagamaan. Program ini berkelanjutan untuk kepentingan bersama," ujarnya. (*/alt/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
