Logo Header Antaranews Sumbar

Penanggulangan dampak bencana sektor pertanian di Pasaman Barat dikerjakan secara swakelola

Minggu, 29 Maret 2026 17:24 WIB
Image Print
Tim survei perencanaan penanggulangan dampak bencana sektor pertanian saat turun ke lokasi di Kecamatan Ranah Batahan beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-DTPH Pasaman. Barat.

Simpang Empat (ANTARA) - Pengerjaan penanggulangan dampak bencana sektor pertanian di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat akan dilakukan dengan sistem swakelola di titik lahan yang terdampak.

"Pengerjaannya swakelola di sembilan kecamatan yang terdampak bencana pada akhir November 2025 lalu," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Minggu.

Menurutnya tim survei perencanaan sudah turun ke lokasi-lokasi yang akan dibangun kembali.

"Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura," ujarnya.

Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.

Menurut dia, dari anggaran yang diperoleh itu Rp6,14 miliar atau Rp6.416.800.000 akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).

Untuk oplah terdampak bencana itu dengan volume 172 hektare dengan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan jumlah biaya mencapai Rp998.460.000.

Lalu pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan non rawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare dengan total anggaran Rp4.188.470.000.

"Kemudian pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (Dam Parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.

Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur.

Pemkab Pasaman Barat terus berupaya melobi pemerintah pusat untuk perbaikan dampak bencana alam dari berbagai sektor.

.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026