
Bupati: Enam SPPG MBG telah beroperasi di Pasaman Barat

Simpang Empat (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi enam dapur setelah beroperasinya SPPG di Bunuik kabupaten setempat.
Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat, Minggu, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Pasaman Barat 2045.
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian SPPG tersebut.
"Dengan demikian, saat ini sudah enam SPPG yang beroperasi melayani kebutuhan gizi masyarakat," katanya.
Dia berharap SPPG di Pasaman Barat terus bertambah dan menjangkau seluruh wilayah agar peningkatan kualitas gizi masyarakat merata.
Menurutnya, program MBG merupakan program strategis jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi dan mendukung pelaksanaan program tersebut. “Hancur generasi, hancur pula daerah kita. Karena itu, saya berharap kualitas makanan benar-benar dijaga. Saya yakin pengelola SPPG ini merupakan tenaga terlatih yang mampu memastikan makanan yang disajikan sehat dan bergizi bagi anak-anak,” ucapnya.
Perwakilan Yayasan SPPG Bunuik, Kecamatan Kinali Sudarsono mengapresiasi dukungan Pemkab Pasaman Barat terhadap program tersebut.
Ia membuka ruang bagi berbagai masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami mengharapkan dukungan, kritik dan saran dari pemerintah daerah, pihak sekolah maupun masyarakat agar pelayanan program MBG terus berkembang dan semakin baik,” katanya.
Kepala SPPG Bunuik Kinali Sukma Adi menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga berperan dalam menurunkan angka stunting serta memperbaiki pola makan anak.
“Program ini menyasar peserta didik, balita hingga ibu hamil. Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, karena bahan baku diprioritaskan berasal dari produk masyarakat sekitar,” katanya.
Ia menambahkan SPPG Bunuik Kinali memiliki kapasitas maksimal hingga 3.000 porsi per hari.
Distribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari 1.000 porsi, kemudian meningkat menjadi 1.500 porsi hingga mencapai kapasitas maksimal.
Pada tahap awal, sebanyak 1.000 porsi disalurkan ke sekolah-sekolah terdekat, baik negeri maupun swasta.
Dari target 3.000 porsi, sebanyak 2.700 porsi diperuntukkan bagi peserta didik, sementara 300 porsi lainnya dialokasikan untuk balita dan ibu hamil.
“Dapur ini milik bersama. Kami membutuhkan dukungan seluruh pihak agar program ini berjalan optimal dan kualitas tetap terjaga. Jika ada masukan terkait operasional maupun pelayanan, kami terbuka untuk menerimanya,” ucapnya.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
