Logo Header Antaranews Sumbar

Belasan pasien jalani operasi bibir sumbing gratis di RS Unand Padang

Kamis, 21 Mei 2026 05:04 WIB
Image Print
Salah satu pasien bibir sumbing tengah menjalani prosedur opeasi oleh tim dokter Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Rabu (20/05/2026). ANTARA/HO-Humas

Padang (ANTARA) - Sebanyak 12 pasien dari Provinsi Sumatera Barat dan Jambi menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit di Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

“Ini bagian dari kontribusi Universitas Andalas khususnya Rumah Sakit Unand bagi masyarakat yang mengalami kelainan bawaan,” kata Direktur Utama RS Unand Muhammad Riendra di Padang, Rabu.

Riendra mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas serta HUT ke-9 RS Unand Padang.

“Siapa pun pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dapat datang ke RS UNAND kapan saja dan akan kami layani secara gratis bersama tim dokter,” kata dia.

Dia menjelaskan kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga perkembangan psikologis dan sosial mereka.

Dimana anak tidak saja mengalami kesulitan makan dan minum yang dapat mengganggu tumbuh kembang, tetapi juga menurunkan rasa percaya diri akibat stigma sosial tersebut.

“Melalui operasi ini, kami berharap anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Disisi lain lanjut Riendra, setiap tahun di Indonesia ada sekitar 7.500 kelahiran dengan kasus bawaan tersebut yang turut menempatkan Indonesia pada peringkat tiga dunia dengan kasus bibir sumbing tertinggi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 120 kelahiran dengan kondisi bibir sumbing terjadi di Ranah Minang, sehingga ini juga menjadi perhatian dari RS Unand untuk ikut berkontribusi menekan angka tersebut.

“Kontribusi kita 10 persen dari kondisi itu, jadi jelas harapan kita masyarakat yang mengalami kondisi tersebut bisa terus berkurang jumlahnya.” kata dia.

Ketua Dharma Wanita Persatuan RS UNAND Laila Isrona Efa Yonnedi mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat, sekaligus bentuk dukungan organisasi terhadap program kemanusiaan rumah sakit.

“Melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang mengetahui layanan operasi bibir sumbing secara gratis, sehingga anak-anak dapat memperoleh penanganan sedini mungkin,” jelasnya.

Diketahui Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi RS UNAND bersama Smile Train, Dharma Wanita Persatuan RS UNAND, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Padang, serta sejumlah yayasan sosial lainnya.

DImana program operasi bibir sumbing gratis tersebut selalu rutin digelar RS Unand sejak tahun 2018.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026